Lazismu Bantu Tandon Air untuk 500 KK di Srandakan Bantul
Jebolnya dam di Sungai Progo sebagai sumber irigasi utama berdampak pada lebih dari 500 Kepala Keluarga di wilayah tersebut.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) lewat Kantor Layanan (KL) Lazismu Bantul Kota bersinergi dengan KL Lazismu Srandakan menyalurkan bantuan satu unit tandon air bersih berkapasitas 5.200 liter serta suplai air bersih.
Melalui siaran pers ke koranbernas.id, Rabu (22/10/2025), Suwarjono selaku pengurus KL Lazismu Bantul Kota menjelaskan serah terima bantuan dilaksanakan Selasa (21/10/2025) di Desa Nengahan RT 89 Kalurahan Trimurti Kapanewon Srandakan.
Acara serah terima dihadiri Pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bantul, Ketua Badan Pengurus dan Kepala Kantor KL Lazismu Bantul Kota, Ketua PCM Srandakan, Tim KL Lazismu Srandakan, Dukuh Nengahan, Ketua RT dan perwakilan warga.
Suwarjono mengatakan di desanya saat kemarau terjadi kekeringan yang saat ini diperparah oleh jebolnya dam di Sungai Progo sebagai sumber irigasi utama. Kondisi ini berdampak langsung pada lebih dari 500 Kepala Keluarga (KK) di wilayah tersebut.
Surut cepat
Warga setempat telah berupaya melakukan pendalaman sumur sebagai solusi, namun hasilnya nihil. Banyak sumur yang sudah digali lebih dalam justru kering atau kembali surut dengan cepat, bahkan ada yang kualitas airnya menurun drastis dan menjadi berbau.
Situasi darurat ini diperkirakan akan berlangsung lama. Proses pembenahan dam yang jebol diprediksi membutuhkan waktu hingga tahun 2027. Bantuan air bersih dan tandon ini sangat krusial untuk jangka panjang.
"Program bantuan ini merupakan wujud nyata komitmen Lazismu sebagai jembatan kebaikan antara para donatur dengan masyarakat yang membutuhkan," kata Suwarjono.
“Kami hadir di sini sebagai jembatan. Semua bantuan ini berasal dari kepedulian para donatur yang menitipkan amanahnya melalui Lazismu. Kami berharap, tandon air dan suplai air bersih ini dapat menjadi ‘oase’ yang menyejukkan di tengah musim paceklik air ini. Semoga Allah SWT membalas kebaikan para donatur dan memberikan solusi bagi warga Srandakan,” lanjut Suwarjono.
Enam galon
Untuk memastikan air bersih terdistribusi secara adil dan merata, satu tandon rata-rata diplot untuk kebutuhan sekitar dua hari. Setiap keluarga hanya dijatah maksimal enam galon air bersih per hari.
KL Lazismu Bantul Kota menegaskan komitmen mereka untuk tidak berhenti pada bantuan tanggap darurat saja.
“Kami menyadari, bencana kekeringan ini perlu mendapatkan perhatian bersama karena air bersih merupakan salah satu kebutuhan setiap makhluk hidup. Oleh karena itu, KL Lazismu Bantul Kota berkomitmen penuh untuk terus berkolaborasi dengan semua elemen Lazismu dan mitra lainnya dalam merespons kekeringan di wilayah Bantul dan sekitarnya,” kata Suwarjono.
Komitmen ini diwujudkan tidak hanya melalui penyaluran air bersih dan tandon, tetapi juga menginisiasi program penanganan jangka menengah hingga panjang, seperti penjajakan potensi pembuatan sumur bor pada titik-titik krusial yang diharapkan dapat memberikan solusi permanen bagi krisis air bersih di masa mendatang. Lazismu mengajak seluruh masyarakat dan donatur untuk terus bersinergi mewujudkan Bantul yang tangguh dan sejahtera.
Tepat waktu
Nur, mewakili warga Nengahan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih.
“Atas nama seluruh warga Nengahan, kami mengucapkan beribu-ribu terima kasih. Bantuan ini datang tepat pada waktunya, saat kami benar-benar kesulitan mendapatkan setetes air. Kami merasa sangat diperhatikan dan tidak sendirian menghadapi musibah ini. Semoga Lazismu semakin maju dan dapat terus menolong sesama, Alhamdulillah jazakumullah khairan katsiran,” ujar Nur dengan nada haru. (*)
Sariyati Wijaya
