Lawan Korupsi, Laskar Langit Siap Investigasi Jual Beli Jabatan dan Pengaturan Proyek

Laskar Langit Purworejo investigasi dugaan korupsi proyek & jual beli jabatan di Pemkab Purworejo. Siap gandeng ICW & MAKI untuk bongkar penyimpangan

Lawan Korupsi, Laskar Langit Siap Investigasi Jual Beli Jabatan dan Pengaturan Proyek
Kegiatan Laskar Langit berbagi 200 paket takjil di bulan ramadhan. ( w asmani/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO--Ormas Laskar Langit secara terbuka menyatakan perang terhadap praktik korupsi di Kabupaten Purworejo. Di sela aksi sosial berbagi takjil di tengah guyuran hujan deras, Sabtu (7/3/2026), organisasi ini menegaskan komitmennya untuk membongkar dugaan penyimpangan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purworejo.

Ketua Pemuda Laskar Langit, Hardiman, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah melakukan investigasi menyeluruh terkait isu-isu panas yang berkembang sejak 2024 hingga awal 2026. Fokus investigasi mencakup dugaan pengaturan proyek melalui sistem tender, penunjukan langsung (PL), hingga mekanisme E-katalog.

Siap Gandeng ICW dan MAKI Bongkar Dugaan Jual Beli Jabatan

Tidak hanya soal proyek fisik, Laskar Langit juga mencermati dugaan praktik jual beli jabatan di lingkungan birokrasi Purworejo. Hardiman menegaskan bahwa organisasinya yang memiliki lebih dari 1.500 anggota ini tidak akan tinggal diam jika menemukan bukti kuat adanya penyelewengan kekuasaan.

"Kami melakukan investigasi menyeluruh. Jika diperlukan, kami segera bekerja sama dengan lembaga nasional seperti ICW (Indonesia Corruption Watch) dan MAKI (Masyarakat Anti Korupsi Indonesia)," tegas Hardiman dalam acara Gendhu-Gendhu Rasa di Desa Sumbersari, Kecamatan Banyuurip.

Meski fokus pada pengawasan kebijakan, Laskar Langit tetap konsisten menjaga sisi kemanusiaan. Dalam aksi Sabtu sore tersebut, mereka membagikan 200 paket takjil kepada pengguna jalan di simpang empat Toko Hidayat dan menyalurkan sedekah bagi pengurus di 16 kecamatan. Sejak berdiri tahun 2010, organisasi lintas agama ini terus menyeimbangkan peran antara bakti sosial rutin setiap hari Jumat dengan peran kritis sebagai "anjing penjaga" keadilan di wilayah Jawa Tengah dan Kulonprogo. (*)