Selasa, 07 Des 2021,


kpu-bantul-beberkan-hasil-evaluasi-pilkadaKegiatan KPU Bantul di Hotel Ros In. (istimewa)


Sariyati Wijaya
KPU Bantul Beberkan Hasil Evaluasi Pilkada

SHARE

KORANBERAS.ID, BANTUL -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul membeberkan hasil evaluasi pelaksanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Diketahui, target partisipasi pemilih nasional 77,5 persen, untuk Bantul angkanya mencapai 80,32 persen. Ini merupakan tertinggi di DIY.


“Kapanewon dengan tingkat partisipasi tertinggi adalah Dlingo 86,01 persen, disusul Pajangan 85,53 persen dan Pundong 85,29 persen,” ungkap Didik Joko Nugroho, Ketua KPU Bantul.


Pada kegiatan Evaluasi Sosialisasi dan Diseminasi hasil partisipasi pemilih dalam Pemilihan 2020 di Hotel Ros In Jalan Ring Road  Selatan, Selasa (2/3/2021) sore, itu Didik menyatakan tingkat partisipasi terendah Kapanewon Banguntapan sebesar 71,92 persen. Tingkat partisipasi pemilih perempuan 83,98 persen dan pemilih disabilitas 49,58 persen.

“Yang menjadi tantangan kita adalah pelaksanaan pilkada di tengah pandemi. Saat pelaksanaan, ada satu petugas TPS 24 Patalan Jetis positif, sehingga pelaksanaan pemungutan suara sempat dihentikan satu jam. Setelah tes, diketahui yang kontak erat negatif semua dan pilkada lancar. Alhamdulillah tidak ada kluster Pilkada,” kata Didik.


Pada acara itu diserahkan buku partisipasi pemilih dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020 kepada perwakilan undangan.

Buku setebal 118 halaman tersebut berisi strategi sosialisasi, partisipasi pemilih Kabupaten Bantul serta angka partisipasi pemilih di 17 Kapanewon.

Musnif Istiqolah selaku Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat mengatakan pandemi Covid-19 menjadi tantangan terbesar karena muncul ketakutan ada klaster baru, khawatir terjadi penambahan kasus pada 270 daerah yang menghelat pemilihan.

Di Bantul, patut disyukuri kekhawatiran itu tidak terjadi. Bahkan dari target nasional 77,5 persen, partisipasi di Bantul tercapai 80,32 persen.

Guna mensukseskan pemilihan beragam metode sosialisasi diakukan. Seperti forum warga di 17 Kapanewon dan pertemuan di kalurahan, komunikasi tatap muka,media massa cetak dan elektronik, bahan sosialisasi seperti kaos, poster, leaflet, boneka si puter dan brosur.

Juga lewat Alat Peraga Kampanye (APK) berupa spanduk, baliho dan videotron, website KPU Bantul, papan pengumuman KPU Bantul, Kapanewon dan Kalurahan serta sosial media KPU, PPK dan PPS se-Kabupaten Bantul.

Adapun jumlah DPT 704.688 orang terdiri 345.582 pemilih laki-laki, 359.106 pemilih pertemuan dengan jumlah TPS 2.085. (*)



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini