Klaten Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak Tahun 2025

Kabupaten Klaten bisa mempertahankan predikat Kabupaten Layak Anak. Tahun kemarin kategori Nindya.

Klaten Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak Tahun 2025
Kepala Dissos P3APPKB Klaten, Puspo Enggar Hastuti (masalgurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Kabupaten Klaten kembali meraih penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak tahun 2025 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Republik Indonesia.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dissos P3APPKB) Kabupaten Klaten, Puspo Enggar Hastuti, menyatakan bersyukur bisa mempertahankan predikat itu.

Namun demikian, di sela-sela peringatan Hari Anak Nasional tahun 2025 di Pendopo Pemkab Klaten, Kamis (31/7/2025), mantan Camat Prambanan itu masih merahasiakan penghargaan kategori apa yang akan diterima oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Jakarta pada 8 Agustus 2025.

"Alhamdulillah, Kabupaten Klaten bisa mempertahankan predikat Kabupaten Layak Anak. Tahun kemarin kategori Nindya," katanya.

Menerima undangan

Dua hari lalu, kata dia, Dissos P3APPKB Kabupaten Klaten menerima undangan dari Kementerian PPA. Penghargaan tersebut akan diterima langsung Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dari Menteri PPA.

Puspo menyampaikan, penghargaan yang diraih Kabupaten Klaten berkat perjuangan teman-teman di lapangan dan juga dukungan dari Bupati Hamenang Wajar Ismoyo serta Ketua TP PKK Kabupaten Klaten Fahrani Hamenang.

"Sampai saat ini belum bisa menyampaikan penghargaan untuk kategori apa. Saya ucapkan terima kasih kepada tim yang sudah mempertahankan Kabupaten Klaten sebagai Kabupaten Layak Anak," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Hamenang Wajar Ismoyo dalam sambutan tertulisnya dibacakan Sekda Jajang Prihono pada acara puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2025 tingkat Kabupaten Klaten menyampaikan semua terus berupaya agar Kabupaten Klaten menjadi Kabupaten Layak Anak. “Bukan hanya di atas kertas, melainkan terealisasi dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. (*)