KKN Mahasiswa UMY Jangkau Daerah 3T, Mesir dan Malaysia
Melibatkan 1.260 mahasiswa yang didampingi 64 dosen pembimbing lapangan.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menerjunkan sebanyak 1.818 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia hingga luar negeri.
Para mahasiswa akan menjalankan pengabdian melalui sembilan skema program dengan tema Pengabdian Berbasis Kompetensi untuk Masyarakat Berdaya dan semangat Aksi Nyata Berdampak untuk Semua.
Penerjunan utama ditandai melalui Seremoni Penerjunan KKN yang digelar di Lapangan Upacara Kampus Terpadu UMY, Selasa (28/7/2026). Sebagian mahasiswa peserta skema KKN Mandiri 3T dan KKN Muhammadiyah - 'Aisyiyah (MAs) telah lebih dahulu diberangkatkan menuju lokasi pengabdian masing-masing.
"Pada semester genap tahun akademik 2025/2026 ini, kami menerjunkan 1.818 mahasiswa ke berbagai wilayah di Indonesia hingga luar negeri. Skema dengan peserta terbanyak KKN Persyarikatan Muhammadiyah yang diikuti 1.260 mahasiswa," ujar apt RR Sabtanti Harimurti M Sc Ph D, Direktur Riset dan Pengabdian UMY, dalam Seremoni Penerjunan KKN Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 di Lapangan Upacara Kampus Terpadu UMY.
Sabtanti menjelaskan, KKN Persyarikatan Muhammadiyah menjadi skema terbesar dengan melibatkan 1.260 mahasiswa yang didampingi 64 dosen pembimbing lapangan. Para peserta ditempatkan di Kabupaten Boyolali serta seluruh kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta yakni Kota Yogyakarta, Bantul, Sleman, Kulonprogo dan Gunungkidul.
Selain itu, UMY juga menyelenggarakan KKN Tematik Lingkungan yang diikuti 13 mahasiswa di Kemantren Jetis Kota Yogyakarta, serta KKN Sahabat Sekolah yang melibatkan 120 mahasiswa di sekolah-sekolah Muhammadiyah di Ciamis, Tasikmalaya, Tegal, Brebes, Lamongan dan Sumbawa Barat.
KKN internasional
Jangkauan pengabdian juga diperluas melalui program KKN internasional. Sebanyak 16 mahasiswa mengikuti KKN Internasional Mesir di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PCIM/PCIA) Kairo serta Sekolah Indonesia Kairo.
Jumlah peserta yang sama diberangkatkan ke Malaysia untuk melaksanakan pengabdian di Madrasah Uthmaniah Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM) di Pulau Pinang.
UMY juga kembali menggelar program KKN Learning Express (LeX) bekerja sama dengan Singapore Polytechnic. Program tersebut menjadi wadah pengabdian kolaboratif yang mempertemukan mahasiswa Indonesia, Singapura dan Jepang dalam merancang solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
"Terdapat pula skema KKN Konversi yang diikuti 156 mahasiswa yang sebelumnya telah menjalani kegiatan setara KKN. Kami juga menyelenggarakan KKN Muhammadiyah–'Aisyiyah atau KKN MAs yang diikuti delapan mahasiswa dan dipusatkan di Malang. Program tersebut dilaksanakan serentak oleh Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah dari berbagai daerah di Indonesia," kata Sabtanti.
Sementara itu, KKN Mandiri 3T menjadi skema dengan cakupan wilayah terluas. Sebanyak 219 mahasiswa ditempatkan di tujuh daerah sasaran yakni Manggarai Timur, Biak Numfor, Manggarai Barat, Wakatobi, Berau, Lombok Timur dan Lembata.
Melalui sembilan skema tersebut, pelaksanaan KKN tidak hanya menjadi pemenuhan kewajiban akademik tetapi juga sebagai implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah.
Mahasiswa diharapkan mampu menerapkan kompetensi keilmuan, kemampuan komunikasi dan kepekaan sosial untuk menghadirkan solusi yang relevan dan berkelanjutan bagi masyarakat di lokasi pengabdian. (*)
