Tim UNY Perkuat Literasi Digital Pemuda di Klaten

Literasi digital menjadi kebutuhan mendasar masyarakat terutama generasi muda.

Tim UNY Perkuat Literasi Digital Pemuda di Klaten
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) UNY melaksanakan program Penguatan Literasi Digital Berbasis Hukum ITE untuk Membangun Etika dan Kepatuhan Bermedia Sosial di Kabupaten Klaten.  (istimewa)

KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan program Penguatan Literasi Digital Berbasis Hukum ITE untuk Membangun Etika dan Kepatuhan Bermedia Sosial bagi pemuda Karang Taruna Dusun Krapyak Kulon, Desa Dompyongan Kecamatan Jogonalan Kabupaten Klaten.

Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Mbangun Desa Tahun 2026  itu diketuai Dr Puji Wulandari Kuncorowati SH M Kn dan anggota Danang Ade Agustinova M Pd, Novita Sari M Pd, Nabila Ikrima SI Kom MA, Erdhianto Arya Pratama MPA dan Hanif Nur Rokhim M Pd. Tim pengabdian juga melibatkan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Melalui siaran pers ke redaksi koranbernas.id, Selasa (28/7/2026), Puji Wulandari Kuncorowati menjelaskan kegiatan telah dilaksanakan Minggu (26/7/2026).

Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik dan pendampingan mengenai literasi digital, keamanan data pribadi, etika bermedia sosial serta pemahaman terhadap Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Kegiatan dirancang secara partisipatif agar peserta tidak hanya memahami konsep literasi digital, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.

“Program ini bertujuan meningkatkan literasi digital masyarakat, khususnya generasi muda, agar mampu memanfaatkan media sosial secara bijak, bertanggung jawab, serta memahami aspek hukum dalam aktivitas digital,” katanya.

Literasi digital saat ini, menurut Puji Wulandari, menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat, terutama generasi muda yang aktif menggunakan sosial media.

"Kemajuan teknologi digital harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam menggunakan media sosial secara cerdas, etis dan bertanggung jawab. Literasi digital bukan hanya tentang kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga bagaimana memahami konsekuensi hukum, menjaga etika berkomunikasi, serta mampu menyaring informasi sebelum menyebarkannya. Kami berharap kegiatan ini dapat membentuk pemuda yang tidak hanya melek digital, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam menciptakan ruang digital yang sehat dan aman bagi masyarakat," ujarnya.

Menjadi penggerak

Dia menambahkan program ini dirancang secara partisipatif dengan melibatkan Karang Taruna sebagai mitra utama sehingga hasil kegiatan dapat berkelanjutan melalui pembentukan kader literasi digital desa yang nantinya menjadi penggerak edukasi di lingkungan masyarakat.

Selain meningkatkan pemahaman peserta mengenai literasi digital, kegiatan ini juga menargetkan terbentuknya kader literasi digital, penyusunan modul pelatihan berbasis Hukum ITE, serta pengembangan media sosial Karang Taruna sebagai sarana edukasi dan komunikasi publik.

Tim UNY berharap tercipta ekosistem digital desa yang lebih sehat, aman, beretika dan patuh terhadap hukum, sekaligus memperkuat peran pemuda sebagai motor penggerak transformasi digital di tingkat desa.

Ketua Karang Taruna Dusun Krapyak Kulon, Adi Setiawan, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Universitas Negeri Yogyakarta yang telah memilih wilayahnya sebagai lokasi pelaksanaan program pengabdian.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh tim pengabdian UNY. Materi yang diberikan sangat relevan dengan kondisi pemuda saat ini karena hampir seluruh aktivitas komunikasi dilakukan melalui media sosial,” kata dia.

Harapannya, ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada peserta pelatihan saja, tetapi dapat diteruskan kepada seluruh masyarakat di Dusun Krapyak Kulon sehingga budaya bermedia sosial yang positif dapat tumbuh bersama. (*)