Kecamatan Tulung Klaten Wilayah yang Memiliki Banyak Obyek Wisata Air Dihadapkan Permasalahan Stunting
Penanganan harus dilakukan dari hulu sampai hilir secara bersama-sama.
KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Kecamatan Tulung merupakan salah satu wilayah yang cukup luas di Kabupaten Klaten. Berbatasan langsung dengan Kabupaten Boyolali dan Kecamatan Jatinom serta Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten, menjadikan wilayah ini memiliki banyak potensi.
Salah satu potensi yang ada yakni luas wilayah yang terdiri dari 18 desa, dengan jumlah penduduk yang banyak serta adanya beberapa obyek wisata air. Namun demikian, wilayah Kecamatan Tulung juga dihadapkan pada permasalahan stunting.
“Kita ketahui, stunting adalah permasalahan yang sangat komplek tidak bisa ditangani dalam waktu singkat. Sebaliknya, penanganan permasalahan stunting harus dilaksanakan secara bertahap, berjenjang dan berkesinambungan. Penanganan permasalahan stunting membutuhkan kerja sama dan komitmen semua pihak,” ujar Henry Pamukas, Camat Tulung.
Dia mengemukakan berbagai penyebab masih tingginya angka stunting di wilayahnya dipengaruhi beberapa faktor. Di antaranya, masih kurangnya pemahaman orang tua terhadap pola asuh dan pemenuhan gizi seimbang, masih adanya kasus pernikahan dini serta masih kurangnya kesadaran masyarakat memeriksakan kesehatan di faskes (fasilitas kesehatan) yang tersedia.
Implementasi inovasi Seceting Ketan yang diinisiasi Camat Tulung, Henry Pamukas, untuk menangani permasalahan stunting dengan memanfaatkan lahan. (istimewa)
"Penanganan harus dilakukan dari hulu sampai hilir dan melibatkan berbagai stakeholder (lintas instansi) secara bersama-sama. Berkolaborasi, bersinergi dan bekerja bersama-sama sesuai tugas dan kewenangan masing-masing," katanya, Selasa (13/8/2024).
Dilatarbelakangi kondisi lapangan dan dinamika yang terjadi, Kecamatan Tulung selalu pemangku wilayah juga ikut berperan aktif mengkoordinasikan penanganan stunting melalui beberapa kegiatan yang ada di pemerintah desa.
Seperti, penganggaran dalam APBDes yang bersumber dari dana desa untuk kegiatan rembug stunting, pemberian makanan tambahan (PMT) balita melalui posyandu dan pemihakan kepada Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM).
Yang terkini, menurut dia, akan diimplementasikannya inovasi Seceting Ketan (Semangat Cegah Stunting melalui Ketahanan Pangan), di mana fokus kegiatan ini pada pemanfaatan lahan pekarangan untuk ketahanan pangan keluarga dengan melibatkan kader PKK desa dan Kelompok Wanita Tani (KWT).
Henry menambahkan, tujuan inovasi Seceting Ketan untuk pemberdayaan masyarakat. Bila lahan pekarangan sudah dikelola dengan baik tentu akan memberikan tambahan nilai ekonomi keluarga. (*)