Kaya Nutrisi, Olahan Nakelle Produk KWT Nawangsari Girisekar Gunungkidul Telah Mengantongi Izin

Hasil budi daya ikan lele dan daun kelor diolah menjadi suatu produk makanan dengan brand usaha Nakelle.

Kaya Nutrisi, Olahan Nakelle Produk KWT Nawangsari Girisekar Gunungkidul Telah Mengantongi Izin
Foto bersama tim PKM Stikes Surya Global Yogyakarta dan anggota KWT Nawangsari. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, GUNUNGKIDUL -- Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Stikes Surya Global Yogyakarta kembali menggelar program PKM 2024 sebagai keberlanjutan program tahun sebelumnya.

Kegiatan itu dilaksanakan di Kawasan Rumah Pangan Lestari (KPRL)-Kelompok Wanita Tani (KWT) Nawangsari Kalurahan Girisekar Kapanewon Panggang Gunungkidul.

Tim PKM terdiri Suryati S Kep Ns M Kep (Prodi Keperawatan), Sarni Anggoro STP M Gizi (Prodi Kesehatan Masyarakat), Chanif Kurnia Sari SE MM MPH. (Prodi Kesehatan Masyarakat) dan beberapa mahasiswa yang ikut membantu jalannya PKM ini.

Suryati melalui pernyataan tertulis, Jumat (18/10/2024), menjelaskan kegiatan dilaksanakan pada 12 Oktober berupa pojok gizi dan 13 Oktober penyuluhan dari BBPOM DIY.

Program Pengabdian Masyarakat Stikes Surya Global Yogyakarta. (istimewa)

"PKM merupakan keberlanjutan program PKM sebelumnya, di mana sebelumnya KRPL yang sudah dijalankan adalah budi daya ikan lele, menanam kelor dan  sayuran lainnya," katanya.

Hasil budi daya ikan lele dan daun kelor diolah menjadi suatu produk makanan dengan brand usaha Nakelle. Legalitas produk Nakelle juga sudah didaftarkan dan mengantongi izin PIRT sehingga aman dikonsumsi khalayak umum dan balita.

Selain Nakelle, ibu-ibu KWT Nawangsari juga membuat variasi makanan seperti pangsit kelor dan stik kelor. "Nakelle, pangsit kelor dan stik kelor diolah agar dapat dikonsumsi oleh balita dalam penanganan stunting di wilayah Gunungkidul," katanya.

"Adapun rangkaian kegiatan PKM dilakukan melalui beberapa kegiatan di antaranya evaluasi keberlanjutan KRPL, pembentukan Program Pojok Gizi, peningkatan pengetahuan terkait keamanan pangan dan pengemasan produk makanan, dan legalitas produk makanan Nakelle. Dengan adanya kegiatan PKM ini diharapkan ibu dari balita mampu meningkatkan pemahaman serta  pengetahuan pembuatan menu balita yang bervariasi. Selain itu, juga terbentuk pojok gizi dapat dimaksimalkan untuk konsultasi terkait kendala pemberian makanan balita dalam upaya pencegahan stunting," katanya.

KWT Nawangsari ikut kegiatan pojok gizi dan penyuluhan dari BBPOM DIY. (istimewa)

Tim PKM menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kemenristekdikti untuk   pendanaan Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat 2024 yang mereka laksanakan.

"Terima kasih juga kepada ketua Stikes Surya Global beserta sivitas akademika atas dukungan terlaksananya kegiatan pengabdian kepada masyarakat," tambah Suryati.

Seperti diberitakan, merujuk data Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY tahun 2022, Gunungkidul merupakan kabupaten tertinggi dengan angka kejadian stunting pada balita.

Saat ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjadikan stunting sebagai salah satu persoalan yang perlu ditangani serius. Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang ditandai dengan tubuh pendek.

Produk olahan Nakelle. (istimewa)

Penderita stunting umumnya rentan terhadap penyakit, memiliki tingkat kecerdasan di bawah normal serta produktivitas rendah. Tingginya prevalensi stunting dalam jangka panjang akan berdampak pada kerugian ekonomi bagi Indonesia.

Untuk memerangi kondisi tersebut, Tim Pengabdian kepada masyarakat STIKES Surya Global Yogyakarta dari Program Studi Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat berkolaborasi dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) “Nawangsari” Kalurahan Girisekar Kapanewon Panggang Gunungkidul melakukan pemberdayaan.

Caranya adalah menghidupkan kembali Kawasan Rumah Pangan Lestari (KPRL) di tempat tersebut yang lama vakum. Tim PKM bersama masyarakat setempat dan mahasiswa melakukan kegiatan memanfaatkan pekarangan dengan membudidayakan berbagai tanaman serta budi daya ternak maupun ikan.

Sedangkan KRPL merupakan program pengembangan rumah pangan yang dibangun dalam suatu kawasan dusun, desa maupun kapanewon dengan prinsip memanfaatkan pekarangan sekitar untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga melalui penyediaan aneka sayur dan sumber protein hewani.

Tim PKM Stikes Surya Global Yogyakarta menggelar diskusi. (istimewa).  

KRPL dapat dimanfaatkan menjadi sumber pangan secara berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan gizi warga di sini. KRPL yang beralamat di Padukuhan Bali RT 06 RW 06 Kalurahan Girisekar Kapanewon Panggang Gunungkidul bernaung di bawah Kelompok Wanita Tani (KWT) Nawangsari. Ini merupakan salah satu KRPL yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dengan baik.

Menurut Suryati, pekarangannya tandus dan tidak ditanami sayuran. Begitu juga kolam ikan yang tampak kurang terawat serta kurang maksimal digunakan.

Dalam pengabdiannya tim dari STIKES Surya Global Yogyakarta di antaranya menanam pohon kelor. Kandungan gizi yang ada di dalam daun kelor sangat penting bagi pertumbuhan balita.

Daun kelor sangat kaya akan nutrisi di antaranya kalsium, besi, protein, vitamin A, vitamin B dan vitamin C. Daun kelor juga mengandung zat besi lebih tinggi daripada sayuran lainnya. Kegiatan selanjutnya yaitu pembibitan ikan lele dan pelatihan pembuatan nugget dari hasil budi daya penanaman kelor dan pembibitan ikan lele di lokasi KRPL.

Ikan lele sangat bagus  dikonsumsi karena mengandung karoten, vitamin A, fosfor, kalsium, zat besi, vitamin B1, vitamin B6, vitamin B12 dan kaya asam amino. (*)