Karya Perupa Helmi FU dan Hasan Dipamerkan Sebulan di Hotel
Helmi FU dan Hasan sama-sama mengusung semangat kebebasan berekspresi.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta kembali memberikan ruang apresiasi seni melalui pameran lukisan bertajuk Freedom. Pameran yang digelar selama dua bulan ke depan ini menampilkan karya dua perupa, Helmi FU dan Hasan, yang sama-sama mengusung semangat kebebasan berekspresi, berpikir dan berkreasi, sekaligus pesan harmoni dalam keberagaman.
Bagi perupa Helmi FU, kebebasan bukan sekadar tema melainkan perjalanan personal menemukan medium dan bahasa visualnya sendiri. Proses kreatifnya berkembang dari penggunaan cat akrilik dan cat minyak saat masa kuliah, hingga eksplorasi medium lain yang dirasa lebih nyaman dan sesuai dengan karakter gagasannya.
“Baik akrilik maupun media lain punya karakter sendiri. Kita harus memahami tekstur, menyusun dan memperlakukannya dengan cara tertentu,” ujarnya, Sabtu (14/2/206).
Helmi mengakui setiap medium memiliki perlakuan dan teknik berbeda. Dari situlah dia belajar, kebebasan dalam berkarya bukan berarti tanpa proses melainkan memahami batas teknis lalu mengolahnya menjadi kemungkinan baru. "Kebebasan lahir dari keberanian mengeksplorasi sekaligus kedisiplinan memahami material," ujarnya.
Refleksi sosial
Sementara itu, perupa Hasan memaknai Freedom sebagai refleksi sosial yang berangkat dari pengalaman pribadi. Dia membandingkan kehidupan di kota besar dengan dinamika alam di kampung halamannya.
“Di alam, banyak tumbuhan dengan warna dan bentuk berbeda bisa hidup berdampingan tanpa saling merusak. Begitu juga manusia, seharusnya bisa hidup harmonis meski penuh keberagaman,” jelasnya.
Melalui komposisi warna kompleks dengan unsur alami seperti tanaman, hewan, hingga matahari, Hasan ingin memunculkan kesan keseimbangan. Dia menyelipkan pesan moral agar manusia tidak bersikap berlebihan dan mampu mengambil secukupnya dalam kehidupan.
Hasan mengakui, dalam perjalanan berkesenian sempat dihadapkan batasan akademik yang cenderung realistis. Namun ketika memasuki ruang galeri dan seni rupa kontemporer, dia memilih mendobrak pakem tersebut demi menemukan kebebasan artistiknya.
Tanpa batasan
General Manager ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta, Reza Farhan, menyampaikan keberlanjutan bisnis perhotelan tidak hanya fokus pada pelayanan, tetapi juga pada upaya mengakomodasi kearifan lokal Yogyakarta.
“Kami memberi kebebasan berekspresi dan berkreasi tanpa batasan bahasa maupun ruang. Semua tingkat kreativitas itu unlimited, dan justru dari situ lahir karya-karya maksimal,” ujarnya.
Menjelang bulan suci Ramadan, pameran ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang digelar. Karya-karya yang dipamerkan rencananya akan menghiasi area lobi selama satu bulan penuh, sehingga dapat dinikmati tamu hotel maupun masyarakat umum.
Secara kuratorial, karya-karya dalam pameran ini dinilai memancarkan energi positif dan harmonis. Pilihan warna yang kaya dengan elemen natural menghadirkan aura menyatu dengan ruang. Manajemen hotel menilai setiap penikmat seni memiliki perspektif berbeda dalam menafsirkan karya.
“Seperti halnya selera makanan, setiap orang punya ukuran dan tafsir sendiri. Yang terpenting, karya seni yang ditampilkan mampu menghadirkan aura positif dan menyatu dengan ruang,” tambahnya. (*)
Yvesta Putu Ayu Palupi
