Wakil Menteri Isyana Pantau Program KB, Dukung Indonesia Emas 2045
Segala program prioritas Presiden dimulai dari unit terkecil yakni keluarga.
KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Indonesia (Wamendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, memantau KB di Klinik Bidan Widya Jalan Candi Sambisari Juwange Purwomartani Kapanewon Kalasan Sleman, Minggu (15/2/2026) sore.
Kehadiran Wamen diterima Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Muhammad Iqbal Anpriansyah dan jajaran. "Pantau KB adalah program kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN untuk meningkatkan jangkauan KB di masyarakat. Ini adalah hari terakhir sejak dimulai 9 Februari serentak di 307 kabupaten dan kota prioritas. Namun yang tidak prioritas seperti wilayah Legokan tetap dilakukan Pantau KB. Seperti DIY sebenarnya prioritas itu untuk tiga kabupaten/kota tapi semua kita lakukan Pantau KB se DIY," kata Isyana.
Tujuannya agar KB tetap bisa diakses masyarakat dan membuktikan negara hadir agar bagaimana masyarakat mendapat layanan kontrasepsi dan semua gratis. Kontrasepsi, lanjut Isyana, bukan membatasi kelahiran namun memastikan kelahiran saat orang tuanya siap.
"Jadi ada perencanaan keluarga. Misal berapa anak tentunya disesuaikan kemampuan dan kesiapan orang tua. Walaupun dua anak lebih baik. Tugas orang tua adalah mendidik dan membesarkan anak yang akan jadi generasi unggul saat Indonesia Emas 2045 yang dimulai dari perencanaan keluarga. Segala program prioritas Bapak Presiden dimulai dari unit terkecil yakni keluarga dan semua dimulai dari perencanaan kehamilan," urai mantan presenter di televisi swasta tersebut.
Setiap tahun
Pantau KB rutin dilaksanakan setiap tahun. Tahun ini adalah kegiatan Pantau KB yang pertama. Peserta banyak menggunakan Metode kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti IUD dan implan. Pantau KB juga fokus pada meningkatkan kepesertaan KB termasuk KB pasca persalinan karena salah satu yang penting adalah menjaga jarak kehamilan.
Muhammad Iqbal Anpriansyah mengatakan momen Pantau KB tahun 2026 akan dilaksanakan empat kali. Pada Februari ini, kemudian dilanjutkan saat Hari Keluarga Nasional, Bhakti IBI dan terakhir Hari Kontrasepsi pada bulan September. Targetnya adalah capaian peserta KB baru sebanyak 6.376 MKJP ataupun non MKJP. (*)
Sariyati Wijaya
