Kantongi Izin Kemenkum, Paguyuban Tretan Kelontong Madura Klaten Memajukan Perekonomian

Bisa menambah perputaran roda perekonomian yang ada di Klaten.

Kantongi Izin Kemenkum, Paguyuban Tretan Kelontong Madura Klaten Memajukan Perekonomian
Potong tumpeng oleh Dewan Pembina Paguyuban Tretan Kelontong Madura Klaten, Indah Rohmawati, Haryanto dan Jamhuri diserahkan kepada Ketua Paguyuban Tretan Kelontong Madura Klaten, Andi Priyo Subarno. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Paguyuban Tretan Kelontong Madura Klaten resmi mengantongi izin dari Kementerian Hukum Republik Indonesia. Pengesahan paguyuban berdasarkan Keputusan Menteri Hukum Nomor AHU-0006867.AH.01.07. Tahun 2025 tersebut ditindaklanjuti dengan peresmian di Rumah Makan Merapi Resto Klaten, Kamis (9/10/2025).

Hadir dalam acara tersebut, Dewan Pembina Paguyuban, pengurus dan anggota paguyuban, Camat Klaten Selatan, Danramil dan Kapolsek Klaten Selatan, perwakilan DPMPTSP Kabupaten Klaten, Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Ketua Paguyuban Tretan Kelontong Madura Klaten, Andi Priyo Subarno, menyampaikan latar belakang dibentuknya paguyuban karena jumlah warga Madura yang ada di Klaten bertambah.

Dengan kondisi itu, dirinya bersama pendiri lainnya memiliki pemikiran untuk membentuk paguyuban sebagai wadah.

Merangkul semua

"Awalnya kami hanya kumpulan biasa yang terdiri dari beberapa orang saja. Namun dalam perjalanannya, warga Madura yang ada di Klaten terus bertambah. Kami merangkul semua yang baru datang dari Madura dengan tujuan agar bisa bersatu," kata Andi.

Di Kabupaten Klaten, kata dia, sudah ada sekitar 50-an warga Madura yang bergabung dalam paguyuban, sedangkan yang belum bergabung ada sekitar 150-an orang.

Tujuan dibentuknya paguyuban untuk memajukan ekonomi warga Madura di Klaten dan bisa bersinergi untuk memajukan UMKM.

Sementara itu, Dewan Pembina Paguyuban Tretan Kelontong Madura Klaten Indah Rohmawati mengatakan paguyuban ini adalah wadah atau tempat bagi toko-toko Madura yang ada di Klaten.

Roda perekonomian

Ini karena Klaten menjadi pilot project-nya toko kelontong Madura di Jawa Tengah maka ke depan semua perizinan sudah harus klir.

Dia berharap banyak kepada ketua paguyuban bisa menambah perputaran roda perekonomian yang ada di Klaten, terutama belanja jangan sampai di luar Klaten.

"Jadi, pendapatan, perputaran uang atau keuangan di Kabupaten Klaten saja. Intinya kita jadikan paguyuban ini menjadi rumah besar untuk menumbuhkan rasa memiliki, rasa persaudaraan dan juga semangat untuk saling menguatkan di antara sesama anggota. Dan juga memberi rasa aman dan nyaman kepada seluruh warga Klaten dan pedagang toko kelontong Madura di Kabupaten Klaten," katanya.

Peresmian dan pengesahan paguyuban ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Dewan Pembina untuk selanjutnya diserahkan kepada Ketua Paguyuban Tretan Kelontong Madura Klaten. (*)