Produk UMKM Wonosobo Mulai Menembus Pasar Nasional

UMKM punya potensi luar biasa, tapi sering terkendala akses pasar.

Produk UMKM Wonosobo Mulai Menembus Pasar Nasional
Kurasi produk UMKM Wonosobo yang digelar Alfamidi. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, WONOSOBO -- Transformasi pelaku UMKM menuju pasar modern kini kian terbuka lebar. Lewat program kurasi produk yang digelar oleh Alfamidi bersama Dinas Perdagangan Kabupaten Wonosobo, para pengusaha kecil daerah mulai belajar menyesuaikan diri dengan standar dan mekanisme ritel nasional.

Puluhan pelaku usaha lokal hadir dalam kegiatan bertajuk Kurasi UMKM Wonosobo tersebut. Mereka membawa aneka produk unggulan, mulai dari makanan olahan, minuman herbal hingga kerajinan khas daerah untuk dikurasi dan mendapat pembinaan langsung dari tim Alfamidi.

Branch Manager Alfamidi, Heribertus, melalui keterangan tertulisnya, Kamis (6/11/2025), menjelaskan program ini tidak hanya menyeleksi produk, tetapi juga membuka ruang pembelajaran agar pelaku UMKM memahami kebutuhan pasar modern.

“Kami ingin mendorong pelaku usaha kecil untuk naik kelas. Tidak sekadar menempatkan produk di rak toko, tapi juga memahami standar kemasan, perizinan, dan strategi branding yang dibutuhkan pasar ritel,” ujarnya.

Gerbang distribusi

Program itu juga menjadi sarana sosialisasi mengenai peluang kemitraan dan lapangan kerja di jaringan Alfamidi. Heribertus menegaskan, pihaknya berkomitmen menjadikan toko ritel sebagai gerbang distribusi produk lokal agar mampu menembus pasar nasional.

Sementara Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Wonosobo, Wahyu, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menilai kehadiran ritel modern yang berpihak pada produk lokal dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

“UMKM kita banyak yang punya potensi luar biasa, tapi sering terkendala akses pasar. Dengan adanya kurasi dan pendampingan seperti ini, produk lokal bisa beradaptasi dan memenuhi standar yang dibutuhkan pasar nasional,” ujarnya. 

Kolaborasi antara pemerintah daerah dan jaringan ritel seperti Alfamidi diharapkan menjadi model kemitraan baru dalam memperkuat ekosistem UMKM. Lebih dari sekadar transaksi jual-beli, program ini membuka jalan bagi transformasi ekonomi daerah berbasis kemandirian dan kualitas produk lokal. (*)