Kampung Nelayan Merah Putih di Tepi JJLS Bantul Segera Dibangun
Anggaran yang dikucurkan Rp 25 miliar melalui Dinas. Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bantul.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Pemerintah akan segera membangun Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di wilayah Bantul. Lokasi kampung itu tepatnya di timur jembatan Pandansimo Baru Kalurahan Poncosari Kapanewon Srandakan dan berada di tepi Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).
Pengoperasion akan diserahkan ke Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Poncosari. Ditargetkan pembangunan dimulai akhir Agustus atau awal bulan depan dan selesai Desember 2025. Anggaran yang dikucurkan Rp 25 miliar melalui Dinas. Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bantul.
"Kami siap untuk mengelola Kampung Nelayan Merah Putih tersebut dengan sebaik-baiknya," kata Paijan, Ketua KDMP Poncosari, Jumat (22/8/2025).
Kampung ini akan dilengkapi dua unit kapal baru beserta perlengkapannya, Tempat Pelelangan Ikan (TPI), dua lokasi tambatan perahu, sentral kuliner dan bengkel perahu.
Masyarakat mendukung
Selain itu juga akan ada pembangunan fisik pendukung yang dianggarkan Rp 750 juta. Nantinya mereka yang masuk di Kampung Nelayan Merah Putih meliputi nelayan Pantai Baru dan Pantai Kuwaru. “Perbengkelan dan fasilitas yang lain nanti dari nelayan di tempat lain juga bisa menggunakan,” jelasnya.
Sosialisasi terkait Kampung Nelayan Merah putih, menurut Paijan, sudah dilaksanakan dan masyarakat termasuk para nelayan sangat mendukung. Sebab adanya kampung nelayan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah itu.
Terpisah, Zahrowi selaku Ketua Forum Masyarakat Peduli Pendidikan Kabupaten Bantul (FMPPB) memberikan apresiasi atas rencana dibangunnya Kampung Nelayan Merah Putih. Memang kawasan Selatan Bantul memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan di sektor perikanan dan kelautan serta pariwisata.
"Jadi pengembangan berbasis potensi wilayah. Jika didukung dengan fasilitas atau sarana dan prasarana yang memadai tentu diharapkan akan mampu meningkatkan produktivitas nelayan maupun kesejahteraan masyarakat di sana secara keseluruhan," kata Zahrowi.
Sesuai harapan
Dia meyakini kampung nelayan akan bisa berjalan sesuai harapan dengan dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih Poncosari. Namun apa yang ada di Poncosari tidak bisa menjadi tolak ukur atau representasi terhadap kinerja ataupun keberadaan Koperasi Desa Merah Putih secara keseluruhan di Kabupaten Bantul.
"Mengingat tak semua KDMP serta merta bisa seperti KDMP Poncosari bahkan KDMP yang lain terasa prihatin. Itu warning untuk dinas dan pemda Bantul," katanya. Di antaranya terkait kesiapan SDM pengelola dan modal. (*)
Sariyati Wijaya
