JKN Ibarat Sedia Payung Sebelum Hujan
Beban biaya yang sangat besar sepenuhnya dipikul oleh JKN.
KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bukan sekadar jaminan finansial, melainkan sandaran bagi keluarga yang sedang berjuang melawan penyakit kronis. Hal inilah yang dirasakan oleh Kun Sururoh (60), seorang ibu rumah tangga asal Kebumen. Meski kini sang suami telah berpulang, ingatan akan kemudahan akses kesehatan melalui JKN tetap melekat di benaknya.
Kisah ini bermula tahun 2013, saat menjalani medical check-up untuk pendaftaran Ibadah Haji, sang suami justru terdiagnosa mengidap Diabetes Melitus. Sejak saat itu, hari-hari Kun diisi dengan dedikasi penuh mendampingi pengobatan sang suami yang terdaftar sebagai peserta JKN.
Selama bertahun-tahun, rutinitas keluar-masuk rumah sakit hingga tindakan operasi yang dijalani lebih dari satu kali menjadi bagian dari kehidupan mereka. Kun mengaku tenang karena beban biaya yang sangat besar sepenuhnya dipikul oleh JKN.
Baginya, tidak ada sekat pemisah antara peserta JKN dan pasien umum. Di tengah perjuangan fisik suaminya, perlakuan yang adil dari tenaga medis memberikan kekuatan tersendiri.
Kepersertaan aktif
“Sakit itu tidak mengenal usia dan bisa datang kapan saja. Memiliki JKN itu ibarat sedia payung sebelum hujan. Dengan memastikan kepesertaan JKN aktif, ketika sewaktu-waktu dibutuhkan maka sudah terlindungi. JKN benar-benar meringankan beban kami hingga akhir,” katanya.
Menanggapi testimoni tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen, Dina Diana Permata, melalui siaran pers, Rabu (20/5/2026), menyampaikan rasa simpati sekaligus apresiasi atas dedikasinya.
Menurut Dina, kepatuhan yang bersangkutan dalam menjaga keaktifan kepesertaan keluarga adalah wujud nyata pemahaman atas manfaat Program JKN.
“Kami turut berempati atas kepergian suami Ibu Kun. Diabetes melitus memang termasuk penyakit kronis yang membutuhkan biaya besar dalam jangka panjang. Di sinilah esensi JKN hadir, yakni memastikan saat masa-masa sulit seperti itu, keluarga tidak perlu lagi terbebani oleh masalah finansial,” ujar Dina. (*)
Wahyu Nur Asmani EW
