Jasindo Dorong Literasi Risiko Sejak Dini Lewat Program Narasemesta di Sekolah
Rendahnya pemahaman masyarakat terhadap risiko dan asuransi menjadi tantangan.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Asuransi Jasindo memulai Program Narasemesta 2026 dengan menyasar kalangan pelajar SMA/SMK di Yogyakarta sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran pengelolaan risiko sejak usia dini. Melalui kegiatan Narasemesta Jasindo: Green School Smart Protection yang digelar di SMK Cipta Insan Mulia, Kulonprogo, Jasindo menempatkan sekolah sebagai ruang strategis untuk menanamkan pemahaman tentang risiko, perlindungan dan keberlanjutan.
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/1/2026), mengatakan rendahnya pemahaman masyarakat terhadap risiko dan asuransi menjadi tantangan jangka panjang yang perlu dijawab melalui edukasi berkelanjutan, salah satunya lewat dunia pendidikan.
“Sekolah adalah ruang pembentukan pola pikir. Ketika pemahaman tentang risiko, perlindungan dan keberlanjutan ditanamkan sejak dini, maka generasi muda akan tumbuh dengan kesadaran bahwa risiko adalah bagian dari kehidupan yang perlu dikelola, bukan dihindari,” ujar Brellian.
Dalam kegiatan ini, Jasindo tidak hanya memberikan bantuan sarana lingkungan seperti tempat sampah pilah, komposter, vertical garden, dan fasilitas penunjang kebersihan, tetapi juga menyisipkan sesi literasi asuransi dan manajemen risiko yang disesuaikan dengan bidang keahlian siswa.
Green School
Untuk siswa jurusan perhotelan, misalnya, materi difokuskan pada risiko operasional dan perlindungan aset usaha, sementara untuk siswa jurusan animasi dan kreatif, pembahasan diarahkan pada perlindungan terhadap peralatan kerja dan karya intelektual.
Pendekatan kontekstual ini bertujuan agar siswa tidak memandang asuransi sebagai konsep abstrak, melainkan sebagai instrumen perlindungan yang dekat dengan kehidupan mereka.
Brellian menambahkan, konsep Green School dalam program ini berfungsi sebagai medium pembelajaran praktis tentang keberlanjutan, disiplin, dan tanggung jawab, yang selaras dengan prinsip dasar pengelolaan risiko.
“Keberlanjutan lingkungan, pengelolaan risiko, dan literasi perlindungan sejatinya berangkat dari nilai yang sama, yaitu kesadaran akan dampak jangka panjang dari setiap keputusan yang kita ambil hari ini,” jelasnya.
Melalui Narasemesta Jasindo, perusahaan berharap dapat membangun fondasi literasi risiko di kalangan generasi muda, sekaligus memperluas pemahaman bahwa perlindungan bukan hanya soal polis, tetapi juga tentang sikap preventif, perencanaan, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial serta alam. (*)
Yvesta Putu Ayu Palupi
