Jalan Kabupaten di Sleman Tidak Dirancang untuk Lalu Lintas Berat

Pada tahun 2025 dialokasikan anggaran Rp 106,67 miliar untuk peningkatan dan pemeliharaan jalan serta jembatan.

Jalan Kabupaten di Sleman Tidak Dirancang untuk Lalu Lintas Berat
Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Sleman Fauzan Ma'ruf memberikan penjelasan tentang pemeliharaan jalan kepada awak media, Selasa (9/12/2025).  (nila hastuti/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman, Fauzan Ma'ruf, mengatakan jalan kabupaten di wilayah itu tidak dirancang untuk lalu lintas berat.

“Karena itu, kami terus berkoordinasi dan mencari solusi agar penanganan kerusakan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif,” jelasnya, kepada awak media, Selasa (9/12/2025).

Menurut dia, pada 2026 DPUPKP Sleman telah menyiapkan rencana lanjutan termasuk pembangunan jalan, penggantian jembatan dan penguatan sistem pemeliharaan rutin. Tahun tersebut juga meliputi kegiatan perencanaan teknis, survei kondisi jalan-jembatan, serta pengelolaan leger jalan.

Upaya perbaikan infrastruktur jalan akan terus digencarkan demi memastikan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan sekaligus menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan pada 2025-2026.

Rusak ringan

"Saat ini Kabupaten Sleman memiliki 312 ruas jalan kabupaten dengan total panjang 699,50 kilometer. Berdasarkan survei tahun 2024, kondisi jalan mantap baru mencapai 76,86 persen, sementara 23,14 persen sisanya masih dalam kondisi belum mantap, meliputi rusak ringan dan rusak berat," kata Fauzan.

Diungkapkan, pada tahun 2025, DPUPKP mengalokasikan anggaran Rp 106,67 miliar untuk peningkatan dan pemeliharaan jalan serta jembatan.

Rinciannya meliputi peningkatan jalan 10,90 km, pemeliharaan berkala/rehabilitasi 15,65 km, pemeliharaan rutin jalan 378 km, penggantian jembatan 2 unit (Jembatan Tumut dan Nyamplung), pembangunan 12 gorong-gorong dan pemeliharaan rutin 35 jembatan.

“Kami bekerja agar kondisi mantap bisa naik hingga 80,83 persen dalam beberapa tahun ke depan. Peningkatan kualitas jalan ini sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat Sleman,” kata Fauzan.

Swakelola

Pemeliharaan rutin dilakukan secara swakelola melalui pembagian wilayah Sleman Barat, Sleman Tengah dan Sleman Timur, melibatkan total 143 tenaga lapangan. Setiap wilayah mengoperasikan tim pemeliharaan jalan, bangunan pelengkap, serta jembatan dan gorong-gorong.

Fauzan menyebutkan, kinerja pemeliharaan didukung dua unit Asphalt Mixing Plant (AMP) dengan kapasitas produksi 25-27 ton dan 40-45 ton campuran aspal panas per hari, yang digunakan untuk pekerjaan preventif dan overlay di titik yang diperlukan.

Meski begitu, lanjut Fauzan, DPUPKP Sleman juga menghadapi beberapa kendala, terutama kerusakan akibat angkutan material yang melebihi tonase, termasuk kendaraan proyek pembangunan jalan tol.

Selain itu, keterbatasan anggaran juga masih menjadi tantangan dalam mengejar target kondisi jalan mantap di seluruh kawasan Sleman. (*)