Kamis, 23 Sep 2021,


hanya-setahun-belajar-alquran-bisa-tuntas-Acara Khotaman Imtihan Akbar di Auditorium UPN “Veteran” Yogyakarta, Minggu (24/11/2019) siang. (istimewa)


warjono
Hanya Setahun, Belajar Alquran Bisa Tuntas

SHARE

KORANBERNAS.ID--Quran Training Centre (QTC) Al Mady dan Ummi Foundation menggelar Khotaman Imtihan Akbar di Auditorium UPN “Veteran” Yogyakarta, Minggu (24/11/2019) siang.


Sebanyak 101 santri telah dinyatakan lulus dalam mempelajari Al Qur’an dengan Metode Ummi yang hanya ada di QTC Al Mady.

  • PDIP Bantul Bertekad Menangkan Pilkada
  • Mbah Joyo Kembali Bagikan Santunan

  • Ketua Khotaman Imtihan Akbar, Farida Akbar mengungkapkan, rata -rata santri Al Mady yang masih usia anak-anak mampu menuntaskan belajar dalam satu tahun dengan metode Ummi.

    Menurutnya, keunggulan metode Ummi adalah anak-anak bisa dengan cepat mempelajari Al Qur’an dengan benar dan tepat. Misalnya, untuk turjuman, anak-anak bisa mengartikan per ayat dan perkata.

  • Si Puter, Maskot Pilkada Bantul Resmi Diluncurkan
  • Ini Dia Rumah Sakit Apung Pertama di Dunia

  • “Dari Tartil, Turjuman Al Qur’an, serta yang baru Kaifatushalli, rata-rata satu tahun anak-anak sudah mampu menuntaskan,” kata Farida dalam rilis yang dikirim Senin (25/11/2019) pagi.

    Menurut Farida, Imtihan Akbar dilaksanakan sebagai bentuk tanggung jawab QTC Al Mady kepada publik, khususnya wali santri. Dalam Khotaman Imtihan Akbar untuk ke 4 kalinya ini, pihaknya mengundang 5.000 orang dari berbagai TPA dan TPQ di Yogyakarta. Undangan tersebut boleh bertanya berbagai materi yang sudah dipelajari para santri,

    “Hadirin diberi kesempatan untuk menguji atau bertanya kepada anak-anak terkait materi yang diajarkan. Ternyata anak-anak mampu menjawab dengan lancar dan benar. Artinya bisa dipertanggungjawabkan dan dapat dilihat sudah tuntas semua,” tuturnya.

    Selain itu, kata dia, Imtihan Akbar juga sebagai sosialisasi QTC Al Mady yang menggunakan metode Ummi, program khusus yang tidak diajarkan di TPQ lain atau lembaga sejenisnya,

    “Hanya Ummi Foundation Yogyakarta yang menerapkan. Jadi QTC Al Madilah yang pertama, menjadi percontohannya lembaga-lembaga (TPQ) yang ingin memakai metode Ummi,” ujarnya.

    Farida menambahkan, acara dihadiri Direktur sekaligus Pembina dari Ummi Foundation Nasional, K.H. M. Ihya’ Ulumiddin yang sekaligus penulis buku dari Kaifatushalli. Juga para ustadz dari pondok pesantren dan cabang dari K.H. M. Ihya’ Ulumiddin yang tersebar di Indonesia.

    Program kaifatushalli atau mengenal dan mengajarkan gerakan sholat dari berbagai sumber mahdzab penting untuk diketahui. Hal itu agar ummat Islam di Indonesia tidak salah paham dalam menyikapi dan mengomentari perbedaan gerakan shalat.

    “Ada berbagai macam gerakan. Dari imam itu kan ada 4 mahdzab, nah itu akan diterangkan kepada anak-anak. Jadi bisa menghargai perbedaaan,” terangnya.

    Salah satu santri lulusan terbaik QTC Almady 2019, Muhammad Hakim Fadli Himatullah mengaku belajar Al Qur’an di QTC Al Mady sangat menyenangkan dan mudah dipahami. Ia mengaku bisa menuntaskan materi hanya dalam waktu 1 tahun di TPQ semi pesantren yang beralamat di Jl. Candi Sambisari, Juwangen, Purwomartani, Kalasan Sleman, tersebut.

    “Belajar Al Qur’an di QTC Al Mady tidak berat, menyenangkan,” katanya. (SM)


    TAGS:

    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini