Hama Tikus Merajalela, Padi Ratusan Hektar di Desa Ngering Klaten Gagal Panen

Berbagai upaya telah dilakukan namun perkembangbiakan tikus begitu cepat seakan tidak bisa diatasi.

Hama Tikus Merajalela, Padi Ratusan Hektar di Desa Ngering Klaten Gagal Panen
Lahan pertanian di Kabupaten Klaten yang terserang hama tikus. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Hama tikus merajalela di Desa Ngering Kecamatan Jogonalan Kabupaten Klaten. Akibat ganasnya serangan hewan itu, petani di desa ini mengalami kerugian besar karena gagal panen selama tiga musim tanam (MT) atau satu tahun.

Informasi yang dihimpun dari perangkat Desa Ngering, setidaknya ada ratusan hektar tanaman padi yang gagal panen. Berbagai upaya telah dilakukan namun perkembangbiakan tikus begitu cepat seakan tidak bisa diatasi.

"Upaya-upaya sudah kami lakukan, tapi populasi tikus kan banyak sekali. Sudah dilakukan lewat obat-obatan, gotong royong bersih-bersih, sniper (menembak) tikus pada malam hari," kata perangkat Desa Ngering saat ditemui di sela-sela acara Sambung Roso dengan Bupati Hamenang Wajar Ismoyo dan Wakil Bupati Benny Indra Ardhianto, Selasa (2/9/2025).

Senada diungkapkan Kepala Desa Ngering, Nikolaus Rohmanto. Menurutnya, luasan tanaman padi di wilayahnya yang gagal panen akibat diserang hama tikus pada tiga musim tanam sekitar 100 hektar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten, Iwan Kurniawan. (masal gurusinga/koranbernas.id)

"Secara keseluruhan mencapai ratusan hektar. Berbagai upaya sudah kami lakukan untuk mengurangi populasi hama tikus, kalau membasmi tidak bisa. Tiap malam selama sebulan hunting hanya untuk mengurangi populasi tikus," katanya kepada koranbernas.id.

Selain itu kata dia, di Desa Ngering banyak petani penggarap yang spekulasi mengeluarkan modal. Namun saat diajak bergotong-royong bersih-bersih agak sulit. Padahal tikus sukanya bersarang di tempat yang kotor.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Klaten, Iwan Kurniawan, mengatakan pada TB II bulan Agustus 2025 luas lahan yang terserang hama tikus se-Kabupaten Klaten mencapai 257 hektar terbagi di beberapa wilayah.

Diakui, pada MT III ini memang ada beberapa kendala, salah satunya terkait pengelolaan sumber daya air di musim kemarau ini tiap tahun pola tanamnya padi, padi, palawija. "Daerah mana yang airnya tidak bisa rutin disarankan menanam palawija," pintanya. (*)