Gelar Seminar di UGM, RKP DIY Ajak Pemuda Berkegiatan Positif
Diharapkan memicu semangat para pemuda dan pelajar masuk UGM.
KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Ruang Kolaborasi Pemuda (RKP) DIY bekerja sama dengan Keluarga Alumni Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (Kapasgama) menggelar seminar Nasional Pemuda dengan tema Peran Strategis Pemuda dalam Kebijakan Sosial dan Pembangunan Daerah Menuju Indonesia Emas 2045, Jumat (30/1/2026) sore, di Auditorium Sekolah Pascasarjana UGM.
Pada forum strategis yang mempertemukan tokoh nasional, legislator, akademisi dan praktisi ini dibahas peran nyata pemuda dalam arah kebijakan dan pembangunan Indonesia.
Sebagai narasumber Ahmad Syauqi Soeratno selaku Anggota DPD RI Dapil DIY, Ismail Suardi Wekke Ph D Scientific Committee Asian Youth Forum, Ambar Purwoko selaku Wakil Bupati Kulonprogo dan Ruly Artha selaku GM Bandara Internasional Yogyakarta.
Tampak hadir Ketua RKP DIY Muhamad Asruri Faishal Alam serta Dr H Khamim Zarkasih Putro selaku Ketua Kapasgama maupun Prof Siti Malkhamah M Sc sebagai Dekan Sekolah Pascasarjana UGM. Peserta terdiri kalangan muda termasuk pelajar, mahasiswa, Karang Taruna dari kabupaten/kota se-DIY.
Pemberian sertifikat untuk narasumber seminar yang digelar RKP DIY di Pascasarjana UGM. (sariyati wijaya/koranbernas.id)
"Kita melaksanakan kegiatan kepemudaan menjelang Ramadan termasuk untuk pemuda Jogja selatan. Kami gandeng Kapasgama agar para pemuda termasuk pemuda dari desa bisa melihat pendidikan di UGM dan tertantang buat bisa masuk ke sini, " katanya.
Dengan menggelar acara di UGM, lanjut Faishal, diharapkan memicu semangat para pemuda termasuk pelajar untuk bersemangat dan memiliki harapan serta cita-cita masuk UGM.
"Dengan demikian mereka akan berperilaku positif agar mampu mewujudkannya dan menghindari perbuatan negatif dalam rangka mengejar cita-citanya tersebut. Misal menghindari segala bentuk kejahatan jalanan, narkoba, tawuran dan segala bentuk kriminalitas," kata pemuda berprestasi nasional asal Kretek Kabupaten Bantul tersebut.
Sebaliknya para pemuda akan tekun belajar, beribadah, ikut organisasi yang positif, rukun dan kerja sama sesama pemuda ataupun pelajar.
Mengisi hari
Seluruh narasumber mengajak anak muda untuk mengisi hari dengan hal yang positif dan berkontribusi bagi bangsa dan negara. Mengisi kemerdekaan dengan turut berpartisipasi dalam Pembangunan maupun mengabdi ke masyarakat sesuai dengan bidang dan bakat masing-masing.
"Pemuda memang harus kritis, ketika ada kebijakan atau sesuatu yang dirasa tidak pas, silakan dikritik secara konstruktif. Serta berikan masukan terkait permasalahan yang ada," kata Ahmad Syauqi. (*)
Sariyati Wijaya
