DPRD DIY Dorong Pemerintah Beri Gelar Pahlawan Nasional bagi Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Saya juga sudah komunikasi dengan Pak Danrem dan jajaran untuk terus memonitor kapan jenazah akan tiba.

DPRD DIY Dorong Pemerintah Beri Gelar Pahlawan Nasional bagi Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto memimpin anggotanya takziah di rumah duka Praka Farizal Rhomadhon di Lendah Kulonprogo. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, KULONPROGO – Jajaran pimpinan dan anggota Komisi A DPRD DIY memberikan perhatian serius terhadap gugurnya Prajurit TNI yang menjadi pasukan perdamaian di Lebanon Selatan.

Dipimpin Eko Suwanto selaku Ketua Komisi A DPRD DIY, para wakil rakyat itu takziah ke rumah duka salah seorang prajurit yang gugur akibat serangan Israel, Praka Farizal Rhomadhon di Sidorejo Lendah Kulonprogo, Rabu (1/4/2026).

Selain menyampaikan simpati dan belasungkawa kepada keluarga, Komisi A DPRD DIY mendorong pemerintah memberikan gelar Pahlawan Nasional bagi Praka Farizal Rhomadhon dan dua rekannya yang gugur saat menjalankan tugas misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.

Kehadiran Eko Suwanto yang juga alumni Lemhanas itu didampingi Wakil Ketua Komisi A DPRD DIY M Hifni Nasikh, Sekretaris Syarief Guska Laksana, anggota Yuni Satia Rahayu, Akhid Nuryati, Arif Kurniawan dan Sigit Nursyam Priyanto.

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto menyampaikan keterangan pers usai takziah. (istimewa)

Rombongan Komisi A DPRD DIY bertemu langsung ayah dari almarhum Praka Farizal, Pak Senam, beserta Ibu serta kerabat. Dalam kesempatan tersebut Eko Suwanto menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Praka Farizal Rhomadhon di Lebanon, serta dua prajurit lainnya, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

"Kita menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Mas Farizal Rhomadhon di Lebanon, sekaligus ini ucapan duka yang mendalam atas meninggalnya tiga prajurit TNI di Lebanon serta tiga yang terluka. Semangat juang, nasionalisme dan spirit cinta tanah air Praka Farizal beserta Kapten Zulmi dan Sertu Nur Ikhwan akan terus menyala sepanjang masa," kata Eko Suwanto.

Anggota dewan dari Fraksi PDI Perjuangan itu menegaskan ketiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan tugas di Lebanon mewakili negara serta bangsa Indonesia di dalam tugas konstitusi yaitu menjaga ketertiban dan perdamaian dunia. Ini sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945, menjaga ketertiban dunia berdasarkan Pancasila.

​"Almarhum gugur di tengah tugas sebagai pasukan perdamaian karena serangan brutal Israel. Maka dalam kesempatan yang sangat baik ini, kita minta kepada pemerintah, kepada Presiden RI, untuk memberikan penghormatan kepada almarhum Mas Farizal bersama dengan dua prajurit yang meninggal di Lebanon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu M Nur Ichwan. Kita juga mendorong Pemda DIY memberikan perhatian dan penghargaan bagi keluarga almarhum Praka Farizal, khususnya putra almarhum yang baru berusia dua tahun," ujarnya.

Misi kemanusiaan

Eko Suwanto yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta juga akan memonitor terus perkembangan pemulangan jenazah ke tanah air, khususnya Praka Farizal Rhomadhon ke Daerah Istimewa Yogyakarta. Termasuk mengawal proses pengajuan ketiga prajurit TNI yang gugur menjalankan misi kemanusiaan mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.

"Saya juga sudah komunikasi dengan Pak Danrem dan jajaran untuk terus memonitor kapan jenazah akan tiba. Tapi yang terpenting tadi, bagaimana penghargaan itu diberikan sebagai Pahlawan Nasional, tentang administrasi dan prosedurnya nanti kita akan tempuh," ucapnya.

Di samping itu, Eko Suwanto juga akan menggelar rapat bersama Pemda DIY untuk memberikan perhatian bagi keluarga yang ditinggalkan. Selain orang tua, Praka Farizal Romadhon juga memiliki istri dan seorang anak yang baru berusia dua tahun.

"Almarhum ini masih punya putra, baru umur dua tahun, dari istri yang sangat setia mendampingi. Bahkan informasi yang kami dapatkan, seharusnya Mas Farizal ini pulang bulan Mei besok karena tugasnya selesai April ini. Informasinya juga persiapan kepulangan sudah ada, tentu mengikuti perkembangan situasi keamanan di Lebanon,” ungkapnya kepada wartawan.

Ada perhatian

Menjelang ujung tugasnya, lanjut dia, ada tiga prajurit itu yang gugur diserang Israel. “Pemda DIY kita minta ada penghargaan, ada perhatian, misalnya beasiswa hingga perguruan tinggi bagi putra almarhum dan insyaallah nanti dalam waktu dekat kita juga akan rapat tentang ini," katanya.

Pada kesempatan tersebut Eko Suwanto mengutuk serangan brutal yang dilakukan Israel kepada pasukan perdamaian. Hal ini secara nyata melanggar Resolusi Dewan Keamanan Nomor 1701, sekaligus melanggar hukum humaniter internasional, termasuk melanggar konstitusi Indonesia. "Kita harapkan juga kepada seluruh masyarakat mohon doanya, insyaallah ketiga almarhum yang meninggal di medan juang ini husnul khotimah," ujar Eko Suwanto.

Dia mendesak Pemerintah Indonesia aktif untuk mencaritahu serta bekerja sama dengan lembaga-lembaga internasional yang dipercaya untuk kemudian menyampaikan ke PBB sehingga bisa memberikan sanksi atas penyerangan pihak tertentu yang dilakukan terhadap pasukan perdamaian.

"Ini penting, ini soal bangsa dan negara Indonesia. Serangan Israel yang akibatkan tiga kusuma bangsa ini gugur serta tiga prajurit yang luka ini melukai hati seluruh rakyat Indonesia dan oleh karena itu memang sesuai dengan amanah konstitusi kita, segala bentuk penjajahan harus dihapus dari seluruh muka bumi ini, termasuk model penjajahan ala Israel. Pemerintah kita harapkan melindungi prajurit perdamaian dan berani bersikap tegas terhadap pihak yang menyerang pasukan perdamaian di Lebanon" tandasnya. (*)