Dosen UMBY Beri Pelatihan Digitalisasi Bank Sampah di Pasekan Lor
Bank sampah bukan hanya soal pengumpulan sampah, tetapi juga tentang manajemen keuangan yang transparan.
KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menggelar pelatihan terkait optimalisasi penggunaan digitalisasi bank sampah untuk membantu peningkatan ekonomi.
Kepala Humas UMBY, Widarta MM,Senin (21/7/2025), mengatakan pelatihan ini bekerja sama dengan Bank Sampah Sewagati dan berlangsung di rumah Dedy Dwinanto selaku Ketua RT 04 Pasekan Lor, Balecatur Kapanewon Gamping Sleman, Minggu (13/7/2025) silam.
Pelatihan yang diinisiasi oleh Endang Sri Utami MSi Ak CA sebagai ketua dan beranggotakan Yudas Tadius Andi Candra MSi Ak CA tersebut diikuti oleh 22 orang.
"Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman warga terkait pentingnya digitalisasi dalam pengelolaan sampah, mulai dari pencatatan transaksi, klasifikasi jenis sampah, hingga pelaporan yang transparan dan akuntabel," kata Widarta melalui siaran pers ke koranbernas.id.
Dosen UMBY memberi pelatihan optimalisasi penggunaan digitalisasi bank sampah untuk membantu peningkatan ekonomi. (istimewa)
Menurut dia, digitalisasi menjadi langkah strategis mengurangi kesalahan pencatatan manual dan meningkatkan kepercayaan warga, karena lebih transparan dan akuntabel.
Menurut Endang, pihaknya mendorong warga mengoptimalkan aplikasi berbasis Android atau Excel secara sederhana. Aplikasi ini dapat membantu pengurus bank sampah mengelola data nasabah, jenis sampah dan saldo tabungan secara efisien.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan mendukung program pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang lebih tertib, modern dan ramah lingkungan di wilayah Padukuhan Pasekan Lor,” ungkapnya.
Yudas Tadius Andi Candra sebagai narasumber menyatakan pentingnya penerapan pencatatan secara digital yang rapi dan sistematis. Bank sampah bukan hanya soal pengumpulan sampah, tetapi juga tentang manajemen keuangan yang transparan.
Lima bulan
Ketua Bank Sampah Sewagati, Sri Aningsih, mengungkapkan Bank Sampah Sewagati baru berdiri lima bulan dan pencatatan keuangan selama ini masih dilakukan secara manual.
“Pelatihan ini merupakan pelatihan pertama yang diikuti oleh seluruh pengurus Bank Sampah Sewagati, semoga kami bisa menerapkan dan mengoptimalkan digitalisasi pencatatan menjadi lebih terstruktur, rapi, dan transparan,” terang Sri Aningsih.
Sara Sopiyana sebagai pengurus Bank Sampah Sewagati mengaku pelatihan tersebut sangat membuka wawasan. Pengelolaan sampah ternyata bisa dilakukan secara modern dan tidak rumit.
Pada kesempatan tersebut diberikan bantuan peralatan dan perlengkapan seperti timbangan digital, sarung tangan dan cat minyak. (*)
Sariyati Wijaya
