Selasa, 20 Apr 2021,


dokter-menyebut-melindungi-kesehatan-kulit-yang-tepat-perlu-tahu-dosis-vitamin-e-yang-dibutuhkanIlustrasi. (jovee.id)


Siaran Pers
Dokter Menyebut, Melindungi Kesehatan Kulit yang Tepat Perlu Tahu Dosis Vitamin E yang Dibutuhkan

SHARE

KORANBERNAS.ID, JAKARTA--Disebut organ pelindung tubuh yang penting, tapi dalam keseharian masyarakat masih banyak yang belum mengetahui cara menjaga dan melindungi kulit agar tetap sehat. Padahal, menjaga kesehatan kulit cukup sederhana. Yakni dengan memastikan cukup mengonsumsi Vitamin E.


Dokter Michael Reo, Medical Manager PT Darya-Varia Laboratoria Tbk dalam rilisnya mengatakan, kesehatan serta berbagai cara untuk meningkatkan imunitas tubuh, telah menjadi topik yang hangat dalam menghadapi kondisi pandemi seperti sekarang.

  • Pukulan Gong Sambut Pusat Ekonomi Baru
  • Berkat Pukulan Cepat Deny Raih Emas

  • “Keutuhan kulit sangat penting untuk mencegah mikroorganisme seperti bakteri, virus, parasit, dan jamur yang masuk ke dalam tubuh melalui kulit. Oleh karena itu menjaga keutuhan kulit sebagai organ terbesar pada manusia menjadi sangat krusial,” kata Reo, Selasa (2/3/2021).

    Dia mengatakan, untuk mendapatkan imunitas tubuh yang prima, setiap orang perlu memahami bahwa sistem imunitas manusia pada dasarnya terbagi atas dua bagian, yaitu imunitas non-spesifik (Innate Immunity) dan imunitas spesifik (Adaptive Immunity).

  • Siswi SMPN 3 Purbalingga Finalis LME Tingkat Nasional
  • Hati-hati, Jangan Asal Permak Wajah

  • Innate Immunity atau imunitas non-spesifik, di antaranya yaitu pertahanan fisik atau mekanik. Misalkan kulit, selaput lendir, silia saluran napas, batuk dan bersin, yang merupakan garis pertahanan terdepan terhadap mikroorganisme. Pertahanan kulit yang penting adalah Epidermal Skin Barrier (kulit sebagai pelindung).


    Selain itu, pertahanan sel juga termasuk dalam imunitas non-spesifik yang diperankan oleh Sel Makrofag, sel pembunuh alami yang bermanfaat melawan mikroorganisme (bakteri, virus) yang masuk dalam tubuh.


    Sedangkan Adaptive Immunity atau imunitas spesifik, merupakan sistem imunitas yang utamanya diperankan oleh Limfosit B dan T, dalam menghasilkan antibodi untuk melawan mikroorganisme. Termasuk melawan bakteri dan virus yang masuk ke dalam tubuh.

    Kedua sistem pertahanan tubuh ini, kata Reo, sama-sama penting untuk selalu dijaga ketangguhannya. Caranya adalah dengan asupan gizi yang seimbang serta konsumsi berbagai vitamin dan mineral yang esensial.

    “Termasuk mengonsumsi Vitamin E yang sangat dibutuhkan tubuh kita. Banyak manfaat Vitamin E yang sudah terbukti, di antaranya menjaga kelembapan kulit dan berfungsi sebagai antioksidan dalam melawan radikal bebas,” katanya menerangkan.

    Merujuk sebuah penelitian, Reo mengatakan, bahwa kadar vitamin E (alpha-tocopherol) terutama di setiap lapisan kulit akan berkurang setiap hari, karena terpapar oleh radikal bebas seperti sinar matahari, polusi, debu, semburan udara AC dan lain-lain.

    Kombinasi suplemen Vitamin E dalam bentuk siap minum dan Vitamin E topikal (dioles, misalnya cream), telah terbukti selama lebih dari 50 tahun dapat menjaga serta merawat ketahanan kulit yang optimal.

    “Jadi Vitamin E sangat penting. Tapi tidak kalah penting juga, adalah memilih dosis yang seharusnya,” lanjut Reo.

    Menurutnya, Vitamin E dengan dosis 100 IU (International Units) direkomendasikan untuk mereka yang memiliki masalah kulit seperti kulit kusam, berjerawat yang biasanya dialami pada usia di bawah 25 tahun. Sementara itu, untuk mereka yang memiliki kulit yang mudah kering, dianjurkan untuk mengkonsumsi Vitamin E dengan dosis 300 IU perharinya. Kondisi kulit seperti ini biasanya dialami pada usia di atas 25 tahun.

    Namun, untuk orang ng mempunyai gaya hidup aktif di luar ruangan, misalnya bersepeda ataupun berlari dan jogging, asupan vitamin E dengan dosis 300 IU perhari juga sangat tepat untuk dikonsumsi.

    “Dosis yang direkomendasikan ini masih berada dalam batas dosis maksimal Vitamin E per-hari, yaitu 400 IU per-hari yang ditetapkan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Sehingga dipastikan aman untuk penggunaan jangka panjang,” katanya lagi.

    Selain dosis, memilih suplemen Vitamin E yang berasal dari bahan alami seperti ekstrak biji gandum dan ekstrak biji bunga matahari, juga sangat dianjurkan. Suplemen dengan kandungan d-alpha-tocopherol dua kali lebih baik diserap oleh tubuh dibandingkan Vitamin E yang sintetis (dl-alpha-tocopherol). Penyerapan asupan Vitamin E alami ini, akan lebih nyaman dan efektif ketika dikonsumsi dalam bentuk kapsul lunak atau sering disebut soft capsule.

    “Banyak suplemen Vitamin E yang beredar di pasaran. Tapi jauh lebih baik, kalau kita memilih jenis suplemen yang telah melewati serangkaian tes menyeluruh dengan kualitas kontrol yang baik. Suplemen yang baik, selayaknya terbuat dari bahan alami yang aman,” pungkasnya. (*)



    SHARE


    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini