Bupati Klaten Buka Tradisi Padusan di OMAC
Klaten tidak hanya dikenal sebagai daerah 1001 candi, tapi juga 1001 sumber mata air.
KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo membuka tradisi padusan di Obyek Wisata Mata Air Cokro (OMAC) Desa Cokro Kecamatan Tulung, Selasa (17/2/2026). Rangkaian acara diawali dengan kirab 17 air suci dan dua gunungan ke lokasi acara.
Hadir dalam acara yang digelar Dinas Kebudayaan, Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Porapar) tersebut, unsur Forkompimda Klaten, perwakilan pimpinan DPRD, Pj Sekda, staf ahli, asisten, pimpinan OPD, camat, direktur BUMD, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelaku wisata dan kepala dinas yang membidangi pariwisata se-Solo Raya.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Porapar, Purwanto, dalam sambutannya menyampaikan tradisi padusan merupakan rangkaian penyambutan bulan Ramadan, sekaligus upaya konkret pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata daerah.
Dia menambahkan, penyelenggaraan kegiatan padusan sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Klaten yaitu terwujudnya daerah yang maju, sejahtera dan berkelanjutan melalui penguatan kolaborasi tradisi padusan dan pengelolaan destinasi pariwisata unggulan.
Tiket Rp 15 ribu
"Tentu ini akan mendorong daya tarik wisata, pertumbuhan ekonomi masyarakat serta berkelanjutan nilai budaya lokal," kata Purwanto seraya berkata selama tradisi padusan tiket masuk OMAC tidak ada kenaikan yakni Rp 15 ribu untuk dewasa dan Rp 10 ribu untuk anak.
Dia beralasan mengapa selama ini padusan dilaksanakan di Obyek Wisata Mata Air Cokro (OMAC), karena OMAC merupakan salah satu aset strategis pariwisata daerah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata berbasis alam, budaya dan religi.
Dengan pengemasan event budaya seperti padusan, destinasi ini tidak hanya menjadi ruang rekreasi tapi juga menjadi pusat edukasi budaya dan spiritual masyarakat.
Mengusung tema Refleksi Diri Menyambut Bulan Suci, acara padusan diawali dengan kirab 17 air suci dan 2 gunungan. Selain itu, juga ada siraman kepada Mas dan Mbak Klaten oleh Bupati dan Ketua TP PKK Kabupaten Klaten. Angka 17 memiliki makna dari 17 sumber mata air, turunnya kitab suci Al Quran dan hari kemenangan umat Islam dalam perang Badar.
Kunjungan wisatawan
Purwanto berharap tradisi padusan ini berkontribusi terhadap peningkatan kunjungan wisatawan, penguatan UMKM lokal dan citra Kabupaten Klaten sebagai destinasi wisata dan budaya.
Sementara itu, Bupati Hamenang Wajar Ismoyo mengucapkan terima kasih dan apresiasi terhadap jajaran Dinas Porapar atas terselenggaranya kegiatan padusan tahun ini.
Kabupaten Klaten, kata dia, beruntung karena dikaruniai keindahan alam yang luar biasa, ada gunung, candi dan sumber mata air. Klaten tidak hanya dikenal sebagai daerah 1001 candi, tapi juga 1001 sumber mata air.
Sebagai ucapan rasa syukur dan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 H, dilaksanakan padusan untuk menyucikan diri, sucikan hati untuk meraih kemenangan dalam Idul Fitri.
Dua hari
Bupati menambahkan, kemungkinan padusan dua hari. “Ada yang hari ini dan besok. Tapi tidak apa-apa,” katanya.
Bupati berpesan kepada warga masyarakat yang berpuasa besok pagi maupun lusa tidak apa-apa.
“Yang penting bersama-sama bisa menikmati lebaran. Tidak usah jadikan perbedaan itu seperti apa, tapi patut kita syukuri, Alhamdulillah Indonesia itu dikaruniai keragaman yang luar biasa," ujar bupati. (*)
Masal Gurusinga
