BTA Nusantara Rakor di Pondok Gajah, Ormas di DIY Jangan Terpecah Belah
Kita sejatinya saudara, bukan musuh, maka jangan mudah terprovokasi.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Persaudaraan Barisan Tanpa Atasan (BTA) Nusantara menggelar Rapat Evaluasi dan Rapat Koordinasi (Rakor) di Pondok Gajah Jalan Ring Road Selatan Kasihan Bantul, Sabtu (7/2/2026) malam.
Kegiatan itu sekaligus menjadi ajang silaturahmi banyak pihak termasuk ormas di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Di antaranya Ragagas (RGH), Cah Suag (CSG), Sniper, Merkade, Budrex, MKJ (Macan Kecil Jogja), Iwan Garasi, Komandan Arafat, Brigade Mubarok, Brigade Hamba Allah, Jagad Kondesion, Plester Zona Timur, Bondan Sengkuni HD, Ketua Cabang PSHT DIY, Brigade Khalid bin Walid, Tata Cempaka 5 serta GMX DIY-Jateng.
Hadir pula perwakilan perusahaan, tokoh agama maupun tokoh masyarakat yakni PT RDP, PT Bayonet Merah Putih, Kang Mbendol, Chabdra Htjrt, LBH Pandawa serta Pengasuh Pondok Pesantren Nahdlatusy Syubban 2 Pleret Bantul KH Muhammad Husnul Fahmi atau Gus Fahmi.
Kepala Cabang Bayonet Merah Putih, Sumaryono yang akrab disapa Bang Yon mengatakan selama ini melihat program BTA Nusantara sudah berjalan baik. Di antaranya program sosial seperti Jumat Berkah dan Safari Lapas. Selain itu, juga membantu tempat tempat ibadah dan pondok pesantren. "Banyak program baik yang telah dilaksanakan," kata Bang Yon.
Peserta Rakor dan Evaluasi sekaligus silaturahmi Ormas se-DIY di Pondok Gajah, Sabtu (7/2/2026) malam. (sariyati wijaya/koranbernas.id)
Dalam kesempatan itu dia berpesan agar semua Ormas (Organisasi Kemasyarakatan) yang ada DIY jangan terpecah belah.
"Jumlah Ormas tercatat ada 132 di DIY dan saya minta rukun jangan saling bermusuhan. Karena kita sejatinya saudara bukan musuh, maka jangan mudah terprovokasi," kata Bang Yon. Semua ormas harus bersama-sama menjaga Jogja Berhati Nyaman.
Yogi selaku perwakilan BTA Nusantara menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang sudah hadir. Selain Rakor dan Evaluasi pada kesempatan ini juga diserahkan bantuan dari BTA Nusantara ke Pondok Pesantren Nurul Istadz asuhan Gus Haris.
Secara terpisah pendiri BTA Nusantara, EW Bony, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang sudah hadir dalam kegiatan tersebut. Termasuk dari mitra perusahaan, pondok pesantren ataupun juga dari ormas lain yang ada di DIY.
Kerukunan
Dia berharap dengan silaturahmi tersebut akan semakin merekatkan hubungan kerja sama dan kerukunan antar ormas di provinsi ini. Sehingga, terus bisa melakukan kegiatan-kegiatan secara lebih besar untuk memberikan manfaat dan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Program Jumat Berkah setiap dua minggu sekali tetap berjalan. Dan pada 2026 kita akan ikut membantu pembangunan masjid di Madiun Jawa Timur," kata Bony. Sebelumnya mereka juga ikut andil dalam pembangunan masjid di Makassar. (*)
Sariyati Wijaya
