Bocoran Strategi Putra Ganda dan Milatul Khaqimah Jinakkan Trek “Kejam” Bukit Hijau Bantul
Penguasa Seeding Run 76 Indonesian Downhill 2026, Putra Ganda dan Milatul Khaqimah, bongkar rahasia taklukkan trek ekstrem bersertifikasi UCI C1 di Bantul
KORANBERNAS.ID, BANTUL--Seri perdana kejuaraan 76 Indonesian Downhill 2026 di Bukit Hijau Bike Park, Bantul, Yogyakarta, langsung menyajikan drama di atas lintasan. Trek baru sepanjang 1.650 meter dengan elevasi ekstrem dan sertifikasi C1 dari Union Cycling Internationale (UCI) sukses menguras fisik dan menguji mental para pembalap. Namun, dua rider elite, Putra Ganda Arrozak dan Milatul Khaqimah, berhasil membuktikan kelasnya dengan menjadi yang tercepat di sesi seeding run, Sabtu (23/5/2026).
Di kelas Men Elite, Putra Ganda Arrozak (IBS Cor Logam - ISSI Sumsel) mengunci posisi puncak dengan catatan waktu 2 menit 43.966 detik. Sementara di sektor Women Elite, peraih medali emas Kejuaraan Asia 2024, Milatul Khaqimah (Nokeproof Axess Racing Team), memimpin dengan waktu 3 menit 10.882 detik.
Ditemui usai balapan, kedua downhiller papan atas ini memberikan kesaksian langsung mengenai liarnya karakter sirkuit yang disebut-sebut menyerupai atmosfer Kejuaraan Dunia tersebut.
Taktik Amankan “Line” dan Simpan Tenaga untuk Final Run
Putra Ganda Arrozak mengakui bahwa keganasan trek Bukit Hijau sama sekali tidak bisa diremehkan. Karakter tanah yang keras berpadu dengan turunan curam menuntut akurasi tingkat tinggi dalam melakukan manuver. Jika salah mengantisipasi, sepeda justru akan kehilangan kendali.
“Treknya benar-benar curam dan high speed. Tanahnya juga keras, jadi kalau terlalu nge-rem malah sepedanya makin lari. Jadi harus pintar memilih ban dan mengatur tekanan. Kuncinya di seeding run ini ada di pemilihan line yang pas,” ungkap Putra Ganda.
Menatap babak final run penentu pada Minggu (24/5/2026) besok, Putra Ganda menegaskan enggan bermain aman demi meredam agresivitas rival terdekatnya, Dois Audy Fikriansyah dan Andy Prayoga, yang menempel ketat di posisi tiga besar dengan selisih waktu di bawah satu detik.
“Untuk besok final run, saya akan tetap gas pol tapi juga tetap waspada. Yang penting sekarang tenang, memaksimalkan setting sepeda, dan semoga cuaca juga mendukung,” tambahnya optimis.
Baru Keluarkan 80 Persen Kemampuan
Kesaksian serupa datang dari ratu downhill Milatul Khaqimah. Menjajal Bukit Hijau Bike Park untuk pertama kalinya, pembalap tangguh ini langsung dihadapkan pada rentetan rintangan teknis yang komplit, mulai dari drop hingga rock garden. Namun, ia menegaskan bahwa hasil di seeding run belum mencerminkan kecepatan aslinya.
“Menurut saya lintasannya cukup curam dan sangat lengkap fiturnya. Di seeding run tadi saya baru pakai 80 persen tenaga, jadi untuk final besok saya optimis masih bisa lebih nge-push lagi untuk mengejar target waktu tiga menit pas,” tantang Milatul.
Ajang pembuktian sesungguhnya baru akan tersaji besok siang. Dengan selisih waktu yang sangat tipis di kelas Men Elite dan target ambisius Milatul di kelas Women Elite, final run Seri I Yogyakarta dipastikan akan berjalan lebih panas, agresif, dan penuh risiko. Pembalap dengan ketenangan mental dan kesiapan mekanis tertinggilah yang akan keluar sebagai raja dan ratu di lintasan ekstrem Bukit Hijau. (*)
---
