atas

Perilaku Tak Sehat, 108 PNS di DIY Terkena HIV/AIDS

Sabtu, 01 Des 2018 | 21:49:06 WIB, Dilihat 1066 Kali - Oleh Yvesta Putu Sastrosoendjojo

SHARE


Perilaku Tak Sehat, 108 PNS di DIY Terkena HIV/AIDS Berbagai stakeholder DIY berfoto usai menandatangani Komitmen Bersama Menanggulang HIV/AIDS DIY di Kompleks Kepatihan, Sabtu (1/12/2018). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Baca Juga : Sambut Natal dengan Kado Ramah Lingkungan


KORANBERNAS.ID -- Angka HIV/AIDS di DIY semakin bertambah saat ini. Tak hanya masyarakat, peningkatan angka juga terjadi di tingkat Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Hingga 2018 ini, sebanyak 108 PNS di DIY terkena HIV/AIDS dari total 4.610 orang yang teridentifikasi HIV. Jumlah ini meningkat dibandingkan 2016 lalu sebanyak 88 orang dari total 3.525 orang yang terindentifikasi HIV.

"Ini karena perilaku. Misalnya saja saat mereka perjalanan dinas keluar. PNS yang seharusnya menjadi panutan malah kena (HIV/AIDS-red). Ini tidak sesuai dengan jiwa PNS yang jadi teladan," ungkap Sekda DIY, Gatot Saptadi disela Seminar dalam rangka Hari AIDS Sedunia 2018 di Kompleks Kepatihan, Sabtu (1/12/2018).

Menurut Gatot, angka tersebut muncul karena penemuan yang dilakukan Dinas Kesehatan DIY, bukan merupakan laporan secara perseorangan dari PNS yang bersangkutan.

Karena tidakadanya laporan dari penderita, kasus HIV/AIDS semakin menjadi fenomena gunung es. Bisa jadi angka yang dilaporkan jauh lebih sedikit dibandingkan kenyataan yang sebenarnya.

Tingginya angka di kalangan PNS pun menunjukkan, HIV/AIDS tidak hanya menyasar pada kelompok yang rentan terkena HIV/AIDS namun juga kelompok yang rendah potensi terkena HIV.

"Kami hanya bisa memberikan konseling dan pembinaan, seperti lewat pembinaan keagamaan," ujarnya.

Gatot berharap tidak ada diskriminasi terhadap PNS maupun warga yang teridenfikasi HIV/AIDS. Sebab penularan HIV hanya bisa terjadi lewat daerah atau cairan kelamin.

"Penyadaran kepada mayarakat diperlukan untuktuk pembangunan kesehatan yang preventif dan antisipatif agar bisa mengurangi angka hiv/aids," tandasnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan DIY, drg Pembayun Setyaning Astuti mengungkapkan, sejak 1993 hingga Juni 2018, angka HIV/AIDS di DIY mencapai 4.472 orang. Namun baru beberapa bulan, tepatnya September 2018 lalu, angka tersebut naik menjadi 4.610 orang.

"Kota dan sleman angkanya paling tinggi di diy," jelasnya.

Kelompok usia produktif antara 20-39 tahun, lanjut Pembanyun paling tinggi terindenfikasi HIV/AIDS hingga 1.413 kasus. Disusul usia 30-39 tahun yang mencapai 1.329 kasus.

"Wiraswasta dan ibu rumah tangga paling tinggi dalam kasus hiv/aids ini," jelasnya.

Kepala Biro Kesra Sekda DIY, Puji Astuti mengatakan, Pemerintah DIY mengembangkan layanan HIV/AIDS di lima kabupaten/kota, termasuk di puskesmas-puskesmas untuk mengatasi persoalan tersebut. Selain itu terus melakukan pemetaan baru untuk menanggulangi kasus yang muncul.

"Juga dikuatkan penanggulangan lintas sektor agar lebih efisien," imbuhnya.(yve)



Sabtu, 01 Des 2018, 21:49:06 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 82 View
Sambut Natal dengan Kado Ramah Lingkungan
Sabtu, 01 Des 2018, 21:49:06 WIB Oleh : Sholihul Hadi 105 View
GAP Beri Layanan Periksa Kesehatan Gratis
Sabtu, 01 Des 2018, 21:49:06 WIB Oleh : Sari Wijaya 75 View
Semua Pihak Sepakat Pemilu Damai

Tuliskan Komentar