Belasan Nasabah Datangi Kantor Mekarsari, Tanyakan Uang Simpanan Puluhan Miliar
Sudah jatuh tempo namun tidak dicairkan hingga saat ini.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Belasan nasabah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Mekarsari mendatangi Kantor Cabang Mekarsari Yogyakarta di Jalan Veteran Umbulharjo Kota Yogyakarta, Rabu (28/1/2026). KSP ini berpusat di Jakarta.
Kedatangan para nasabah adalah untuk mempertanyakan nasib uang simpanan mereka dengan nama "Dana Sejahtera" yang sudah jatuh tempo namun tidak dicairkan hingga saat ini. Total dana mencapai puluhan miliar untuk seluruh nasabah di wilayah Yogyakarta.
Belasan nasabah ini bertemu dan berdialog dengan Kepala Cabang Mekarsari Yogyakarta, Anditia, beserta jajaran. Pertemuan yang dimulai sejak pukul 14:00 berlangsung lebih dari dua jam namun tidak membuahkan hasil yang pasti.
Winie Astuti (70) nasabah asal Baciro Baru Kota Yogyakarta mengatakan total simpanan di Mekarsari mencapai Rp 2,6 miliar yang disetor bertahap. Dirinya mengenal Mekarsari melalui sales 'S'. Sejak 2022 bunga simpanan maupun pencairan simpanan berjalan lancar. Namun sejak September 2025 bunga simpanan tidak terbayar.
Winie Astuti salah seorang nasabah yang dananya belum terbayarkan. (sariyati wijaya/koranbernas.id)
Untuk simpanan yang jatuh tempo Oktober 2025 hingga kini juga tidak bisa ditarik. Begitu pula simpanan yang jatuh tempo Januari 2026 mengalami nasib yang sama.
"Hari ini kita bertemu untuk mencari solusi atau jalan yang terbaik terkait dengan dana simpanan kami yang hingga sekarang belum cair. Namun sampai pertemuan berakhir belum ada solusi apapun yang memuaskan bagi kami," kata Winie.
Dia berharap pihak KSP Mekarsari bisa mencairkan uangnya. Sebab uang tersebut merupakan simpanan untuk kebutuhan dirinya di hari tua setelah bekerja puluhan tahun.
"Saya sudah tua, tidak bekerja lagi. Selama ini saya menggunakan uang bunga itu buat kebutuhan sehari-hari," katanya. Uang itu untuk membeli beras, bayar listrik dan kebutuhan yang lain.
Jatuh tempo
Mbok Ginem (64) salah seorang nasabah asal Pundong Bantul juga menyimpan uang Rp 80 juta. Tetapi uang simpanan itu tidak bisa dicairkan saat jatuh tempo. "Saya maunya uang kembali," katanya.
Aryanto (60) nasabah asal Condongcatur Sleman mengaku menyimpan uang Rp 1 miliar lebih. Belum termasuk istri dan anaknya juga menyimpan di Mekarsari. "Saya tertarik menyimpan uang di sini karena bunganya. Saat saya sudah purna dengan pemikiran bunga itu bisa buat anak kuliah, kebutuhan kesehatan," katanya.
Awalnya, menurut Aryanto, sekitar tiga tahun bunga dan uang simpanan yang jatuh tempo lancar pembayarannya. "Namun sejak Agustus 2025 tidak ada transfer yang masuk. Uang saya jatuh tempo Oktober 2025, sampai sekarang belum terbayarkan. Juga yang jatuh tempo Januari 2026 ini. Saya berharap hak kami bisa dipenuhi. Dan ingin para nasabah membentuk paguyuban untuk memudahkan koordinasi," katanya.
Dirinya saat ini masih memakai upaya persuasif untuk menyelesaikan masalahnya.
Kantor pusat
Sedangkan Anditia kepada wartawan mengatakan kaitan uang simpanan semua yang memegang data adalah kantor pusat. "Jadi kalau berapa total dana dan nasabah se-DIY semua yang pegang data Jakarta," katanya.
Hanya saja memang saat ini KSP Mekarsari sedang kesulitan keuangan sehingga simpanan nasabah tidak bisa terbayarkan. "Informasi dari pusat saat ini masih menunggu investor ke Mekarsari,"katanya.
Sedangkan 'S' salah seorang dari empat sales yang mengurusi dana nasabah mengatakan total dana se-DIY kisaran Rp 53 miliar dan yang melalui dirinya Rp 14 miliar dengan 20 nasabah. (*)
Sariyati Wijaya
