Selasa, 21 Sep 2021,


bebaskan-sandera-dalam-hitungan-detik-simulasi-pasukan-gerak-cepat-yonif-mr-412Simulasi penyelamatan Bupati dan Sekda Kabupaten Purworejo dari kepungan teroris. (wahyu nur asmani ew/koranbernas.id)


Wahyu Nur Asmani EW
Bebaskan Sandera dalam Hitungan Detik, Simulasi Pasukan Gerak Cepat Yonif MR 412

SHARE

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO – Pasukan Gerak Cepat Batalyon Yonif Mekanis Raider (MR) 412 Purworejo melaksanakan simulasi pembebasan sandera. Pasukan ini menyelamatkan Bupati dan Sekda Kabupaten Purworejo dari serangan teroris.


“Dalam hitungan detik kami berhasil menyelamatkan Bupati dan Sekda Purworejo dari kepungan teroris. Satu aksi tidak lebih dari satu menit. Begitu tim masuk langsung membebaskan sandera karena sudah diketahui dengan tepat,” jelas Letkol  Inf Dody Trio Hadi, Komandan Brigif Mekanis Raider 6.


Brigif Mekanis Raider 6 membawahi Yonif MR 411 Salatiga, Yonif MR 412 Purworejo dan Yonif 413 Sukoharjo.

Pada simulasi kali ini, targetnya menyelamatkan tokoh Bupati dan Sekda Kabupaten Purworejo. “Kita amankan dulu Bupati dan Sekda dari serangan teroris dengan cepat," kata Dodi, sapaan akrabnya.


Dijelaskan, simulasi pebebasan tawanan ini merupakan rangkaian puncak latihan pemantapan latihan Raider Yonif 412.  Batalyon 412 dikenal punya kemampuan mengolah alutsista.

“Mereka sejak tahun 2017 berlatih menggunakan helikopter yang sebenarnya, ini momentum baik untuk meningkatkan kemampuan mekanis Raider 412. Harapannya prajurit memahami perkembangan kondisi dengan peralatan modern,  di mana koordinasi orang per orang bisa terjalin,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, prajurit mampu menggunakan senjata dan helikopter terbaru berikut para penerbang. Prajurit bisa merasakan bagaimana meningkatkan kemampuan menggunakan alutsista baru.

“Seluruh pasukan berjumlah 85 orang yang bertugas mengamankan Bupati dan Sekda Purworejo. Bupati, Sekda dan OPD sedang melakukan rapat dan tiba-tiba dikepung teroris, hanya Bupati dan Sekda yang bisa merasakan apabila terjadi penyelamatan, sementara lainnya tidak tahu,” jelas Dodi.

Menurut dia, pada simulasi tersebut pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). “Saat Bupati mengadakan rapat juga mematuhi  prokes, dan kami datang menyelamatkan. Kami datang sebagai pembebas sandera, dari dulu tetap dengan sebo (penutup muka),” jelas Letkol Inf Dody Trio Hadi.

Simulasi tersebut merupakan pertempuran jarak dekat. Pihaknya menggunakan senjata laras pendek, antara aksi dengan perencanaan butuh waktu tiga hari.

Bupati Purworejo Agus Bastian mengatakan pihaknya menyambut baik simulasi ini. “Semoga penyelamatan ini hanya simulasi saja, bukan peristiwa sungguhan,” ungkapnya. (*)



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini