atas1

Banyak Ortu Salah Bertindak Saat Anak Mengakses Pornografi

Kamis, 12 Des 2019 | 17:07:32 WIB, Dilihat 325 Kali
Penulis : Nila Jalasutra
Redaktur

SHARE


Banyak Ortu Salah Bertindak Saat Anak Mengakses Pornografi Suasana sosialisasi tentang pencegahan pornografi di Kabupaten Sleman. (istimewa)

Baca Juga : Kosong Tiga Bulan, Temanggung Kini Punya Penjabat Sekda


KORANBERNAS.ID -- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (P3AP2KB) Kabupaten Sleman mengadakan sosialisasi tentang Pencegahan Pornografi. Sosialisasi yang dilakukan di RM Pringsewu, Kamis (12/12/2019) ini menghadirkan narasumber Ifa Aryani, tenaga ahli Puspaga “Kesengsem” Kabupaten Sleman dan Arif Winarko dari Pendamping Anak Yayasan Samin.
 

Sekretaris Dinas P3AP2KB Sleman, Tina Hastani, mengatakan sosialisi ini bertujuan memberikan penguatan serta pemahaman dan komitmen bersama dari berbagai pihak, diantaranya dari Tenaga Pendidikan, Satgas PPA (Satuan Tugas Penanganan Masalah Perempuan dan Anak), serta dari beberapa Forum Anak. Menurutnya, perkembangan teknologi Informasi yang saat ini tidak dapat dihindari, namun penting para orang tua dan pendidik untuk membimbing dalam masa perkembangan anak.
 

“Kemajuan teknologi tak bisa dihindari, tapi harus kita sikapi dengan bijak. Karena tidak sedikit juga hal-hal negatif didapat dari kemajuan teknologi tersebut bagi tumbuh kembang anak,” katanya.
 

Tina juga menambahkan, perlindungan anak menjadi tanggung jawab semua pihak, yakni dari keluarga, masyarakat dan pendidikan. Sehingga semua pihak tadi harus berkomitmen, karena siklus hidup anak ada di 3 kelompok tersebut dengan pembagian 8 jam di sekolah, 8 jam di masyarakat dan 8 jam di keluarga.
 

Sementara Ifa Aryani selaku tenaga ahli Puspaga Kabupaten Sleman menjelaskan pentingnya peran orang tua dalam menjaga anak dari hal-hal yang berbau pornografi menjadi mutlak. Tidak sedikit orang tua yang salah dalam menghadapi situasi dan kondisi ketika menemukan sang anak kedapatan mengkonsumsi materi berbau pornografi.
 

“Dengan salah bertindak, maka semakin memperburuk keadaan dengan anak kita. Kadang ketika kita menciptakan situasi yang penuh dengan emosi, maka anak akan semakin takut untuk terbuka dan itu yang menyebabkan banyak anak yang secara diam-diam mengkonsumsi pornografi tanpa bekal pengetahuan apa-apa,” katanya. (eru)



Kamis, 12 Des 2019, 17:07:32 WIB Oleh : Endri Yarsana 366 View
Kosong Tiga Bulan, Temanggung Kini Punya Penjabat Sekda
Kamis, 12 Des 2019, 17:07:32 WIB Oleh : Nila Jalasutra 550 View
Yayasan Badan Wakaf UII Kini Punya Dua SPBU
Kamis, 12 Des 2019, 17:07:32 WIB Oleh : Sholihul Hadi 482 View
Ada yang Bertanya BKKBN Masih Ada?

Tuliskan Komentar