Anis Matta Ajak Membangun Budaya Politik Berbasis Isu, Gen Z Ambil Peran
Politik harus bicara tentang gagasan dan tujuan besar bangsa, bukan sekadar mengejar kursi.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Wakil Menteri Luar Negeri, Anis Matta, menilai politik Indonesia membutuhkan perubahan paradigma besar untuk keluar dari dominasi transaksi kekuasaan.
Dia menegaskan pentingnya membangun tradisi dan budaya politik yang berbasis pada perdebatan isu strategis dan gagasan besar bangsa, bukan sekadar perebutan jabatan.
Hal tersebut disampaikan Anis usai konsolidasi Partai Gelora di Yogyakarta, Jumat (21/11/2025). Menurutnya, masyarakat selama ini disuguhi praktik politik yang minim substansi dan tidak menyentuh kebutuhan publik secara langsung.
“Tradisi politik berbasis isu sangat kita perlukan. Politik harus bicara tentang gagasan dan tujuan besar bangsa, bukan sekadar mengejar kursi,” tegasnya.
Persoalan mendasar
Ketum Partai Gelora itu menilai banyak persoalan strategis nasional terhenti bukan karena kurangnya program, tetapi karena lemahnya kesadaran bersama untuk membahas persoalan mendasar yang berpengaruh pada masa depan bangsa.
Anis menyatakan perlunya generasi muda terutama Gen Z ikut ambil bagian dalam proses politik. Usia muda merupakan fase pencarian arah ideologis dan nilai hidup, sehingga kehadiran mereka sangat menentukan masa depan demokrasi Indonesia.
“Usia mereka adalah usia ideologi. Tapi selama ini partai politik tidak menawarkan itu. Karena itu kita ingin menghadirkan politik yang berbicara tentang gagasan,” ujarnya.
Menurut Anis, partai politik harus menyediakan ruang dialog, pendidikan politik berbasis isu dan forum diskusi kebijakan yang melibatkan masyarakat secara terbuka. Dengan begitu, politik dapat menjadi arena penciptaan ide nasional, bukan hanya kompetisi kekuasaan.
Semakin penting
Anis menambahkan membangun budaya politik yang kuat menjadi semakin penting di tengah ketidakpastian geopolitik dunia yang mempengaruhi berbagai agenda nasional. Pemahaman geopolitik harus dimiliki tidak hanya oleh pemerintah pusat, tetapi juga oleh aktor politik di daerah dan masyarakat luas.
“Banyak rencana besar pemerintah menghadapi hambatan karena situasi geopolitik berubah begitu cepat. Itu realitas yang harus kita hadapi bersama,” katanya.
Ketua DPW Partai Gelora DIY, Alfian Ramadhani, menyampaikan Gelora berupaya menerapkan politik berbasis isu melalui penguatan struktur organisasi hingga tingkat akar rumput.
“Kami memastikan kesiapan menghadapi kontestasi politik lima tahun mendatang dan mendorong arah politik yang lebih substantif,” ungkap Alfian. (*)
Yvesta Putu Ayu Palupi
