Anggota DPR RI Esti Wijayati Berkeliling Cek Kondisi Warga Desil Satu dan Salurkan Bantuan
Sesuai dengan konstitusi negara kita, fakir miskin dan anak telantar dipelihara oleh negara.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, anggota DPR RI dari PDI Perjuangan Esti Wijayati berkeliling untuk mengecek langsung kondisi warga desil satu atau kategori miskin ekstrem, sekaligus menyalurkan bantuan.
Di sela-sela kegiatannya turun ke masyarakat, Wakil Ketua Komisi X DPR RI yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kehutanan dan Lingkungan Hidup itu, Rabu (18/3/2026), berkunjung Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta di kawasan Timoho.
Kepada wartawan sebelum mengadakan pertemuan dan secara simbolis menyerahkan bantuan, Esti didampingi Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta Eko Suwanto menyampaikan dirinya sengaja berkeliling ke kabupaten/kota untuk melihat langsung kondisi fisik dan kesejahteraan warga kategori desil satu.
"Kami menengok saudara-saudara kita yang masuk kategori desil satu. Kami harus menyalurkan bantuan aspirasi, meski jumlahnya tidak terlalubanyak, yang memang ditujukan kepada mereka yang membutuhkan untuk meringankan beban menjelang hari raya Lebaran ini," kata Esti.
Kunjungan Ketua DPP PDI Perjuangan Esti Wijayati di DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta. (sholihul hadi/koranbernas.id)
Dalam kegiatan yang dilakukan secara gotong royong ini, sebanyak 2.910 paket bantuan disiapkan untuk warga di Kota Yogyakarta. Secara total, Esti Wijayanti mengalokasikan 4.000 paket bantuan yang tersebar di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Menjawab pertanyaan bagaimana kondisi warga desil satu, Esti menyatakan ada perbedaan antara kota dan desa. “Saya bisa cerita ya. Kondisi desil satu di kota itu jauh lebih cerah daripada desil satu yang saya lihat di Kulonprogo dan Gunungkidul. Bedanya jauh. Dari tampilan fisiknya jauh lebih sehat. Tampak sangat tua dibanding usianya,” ungkapnya.
“Tapi kalau di sini tadi sudah tua dan nyekel (memegang) tanganku,wah Ibu rosa sekali. Artinya ada perbedaan secara fisik, tapi tetap mereka menjadi bagian yang memang harus kami perhatikan sesuai dengan konstitusi negara kita, fakir miskin dan anak telantar dipelihara oleh negara," kata Esti.
Sedangkan Eko Suwanto menyatakan penyaluran bantuan ini dilakukan melalui berbagai lini, mulai dari posko di DPC Partai hingga melalui kerja sama dengan anggota fraksi di tingkat lokal.
Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan Esti Wijayati didampingi Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta Eko Suwanto memberikan keterangan pers. (sholihul hadi/koranbernas.id)
Pada bagian lain mengenai persiapan lebaran, Esti Wijayati berpesan agar masyarakat tetap mengedepankan rasa toleransi. Perbedaan tanggal perayaan sudah terjadi bertahun-tahun dan tidak perlu menjadi persoalan. “Yang utama adalah bagaimana kita menjaga kondusivitas situasi di seluruh DIY," tambahnya.
Esti juga mengingatkan warga agar bijak mengelola keuangan selama masa hari raya. Di tengah situasi ekonomi yang dinamis dan adanya kenaikan harga beberapa komoditas, dia menyarankan agar masyarakat tidak menghabiskan seluruh simpanannya hanya untuk perayaan sesaat.
Sebagai wujud pelayanan kepada pemudik, PDI Perjuangan juga mendirikan Posko Mudik di titik-titik strategis. Untuk Kota Yogyakarta, posko dipusatkan di kawasan Pasar Giwangan.
"Posko ini untuk membantu pemudik yang mungkin kelelahan, butuh obat-obatan, atau sekadar ingin beristirahat. Kami siapkan minuman dan makanan instan di sana," jelas Esti. (*)
---
