Anggota Dharma Wanita Dilatih Menuju Ekonomi Produktif dengan Belajar Membuat Kue

Hari lebaran tradisi kue selalu ada. Ini bisa dipraktikkan, membuat kue minimal untuk keluarga sendiri.

Anggota Dharma Wanita Dilatih Menuju Ekonomi Produktif dengan Belajar Membuat Kue
Anggota Dharma Wanita Persatuan Purworejo belajar membuat kue. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Purworejo Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan pelatihan ekonomi produktif. Diikuti 100 orang, pelatihan itu dipusatkan di rumah produksi Kinken Desa Kaliwatukranggan Kecamatan Butuh, Kamis (20/6/2024).

Kegiatan dibuka Ketua DWP Kabupaten Purworejo Sitiresmi Kurniawan. Hadir pula owner Kinken Cakery, Handewi Yulianti beserta pengurus DWP Kabupaten dan instansi terkait.

Sitiresmi Kurniawan mengatakan pelatihan ini sebagai upaya DWP meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan anggota DWP. Dengan pelatihan diharapkan anggota DWP dapat mengembangkan potensinya mengolah bahan lokal dijadikan produk makanan.

“Seperti pada saat hari lebaran tradisi kue selalu ada. Ini bisa dipraktikkan, membuat kue minimal untuk keluarga sendiri. Harapanya nantinya bisa merambah sebagai usaha rumahan atau home industry. Anggota DWP yang mengikuti pelatihan supaya menularkan ilmunya ke UP DWP dinas instansi masing-masing," harapnya.

Anggota DWP Purworejo bersama owner Kinken Cakery, Handewi Yulianti. (istimewa)

Dalam kesempatan itu Handewi memberikan pelatihan sekaligus praktik membuat kukis aneka rasa, sifon, capcake. Dia juga menjelaskan produk kue Kinken yang sudah bersertifikat halal.

"Kami menularkan ilmu bagi siapa saja yang akan berlatih, karena pada prinsipnya ilmu yang kami miliki juga bisa bermanfaat untuk banyak orang," jelasnya.

Ketua Panitia, Lilos Anggorowati, melaporkan kegiatan pelatihan diikuti pengurus dan anggota Unit Pelaksana Dinas/instansi dan kecamatan.

Tujuannya selain meningkatkan kemampuan membuat kue juga menambah ilmu pengetahuan di bidang tata boga. “Pelatihan merupakan program kerja DWP Kabupaten bidang ekonomi,” ujarnya. (*)