Ada Lima Titik Rawan Macet Libur Nataru di Wilayah Sleman
KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Guna memastikan kelancaran, keamanan dan keselamatan pengguna jalan pada saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman telah memetakan sejumlah titik krusial yang menjadi pusat kemacetan dan area rawan kecelakaan.
Kepala Dishub Sleman Heri Kuntadi menjelaskan, ada lima area utama yang dinilai rawan kemacetan di Kabupaten Sleman.
"Kami telah mencatat ada lima area utama yang menjadi langganan kemacetan di Sleman. Tiga di antaranya adalah ruas jalan nasional yang menjadi pintu masuk utama ke Yogyakarta," kata Heri Kuntadi kepada awak media di Sleman, Kamis (11/12/2025).
Adapun titik-titik rawan kemacetan tersebut meliputi ruas jalan nasional di Jalan Wates, Jalan Solo, dan Jalan Magelang. Kemudian di jalan provinsi yakni di ruas Jalan Godean. Selanjutnya di ruas menuju destinasi wisata khususnya ruas menuju taman Tebing Breksi, Ibarbo, dan kawasan wisata Kaliurang.
Diungkapkan Heri, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada Rabu tanggal 24 Desember 2025. Dan puncak arus balik diperkirakan pada hari Jumat tanggal 2 Januari 2026.
Selain itu, Heri juga menyebut beberapa ruas jalan Kabupaten yang termasuk dalam kategori rawan kecelakaan. Meliputi Jalan Glondong-Tegalrejo atau Jalan LPMP, Jalan Letkol Subadri, Jalan KRT Pringgodiningrat, Jalan Damai, Jalan Raya Kadisoka, Jalan Anggajaya, Jalan Candigebang, Jalan Raya Selomartani.
Selanjutnya, Jalan Sorogenen-Sidorejo, Jalan Cangkringan, Jalan Potrojayan-Kenaran, Jalan Kaliurang Timur, dan Jalan Raya Pereng.
"Untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas pada masa liburan nanti, Dishub Sleman telah menyiapkan jalur alternatif. Pertama, alternatif Magelang-Jogja, melalui ruas jalan Simpang Pasar Tempel-Batas Kota dengan panjang jalur 22,4 kilometer. Kemudian jalan alternatif Solo-Jogja, melalui Jalan Berbah Kalasan menuju Simpang Blok O dengan panjang jalur 9 kilometer," papar Heri.
Sementara jalur alternatif Wates menuju Magelang, melalui Simpang Tiga Klangon-Simpang empat Tempel dengan panjang jalur 22 kilometer. Jalan alternatif menuju Breksi, melalui Simpang Pasar Prambanan-Breksi dengan panjang jalur 5,4 kilometer.
Kemudian, alternatif Wates-Jogja,melalui Simpang Klangon-Simpang Empat Pelemgurih dengan panjang jalur 15 kilometer. Jalan alternatif Magelang-Prambanan, melalui Simpang Pasar Tempel-Simpang Ramayana Bogem dengan panjang jalur 30,6 kilometer. Terakhir, alternatif bus Magelang- Prambanan, melalui Simpang Pasar Tempel-Simpang Proliman Bogem dengan panjang jalur 28,5 kilometer.
"Kami sudah melakukan survei untuk jalur-jalur alternatif, kemudian melakukan proses pemetaan rambu-rambu yang dibutuhkan agar nanti pemudik bisa lebih mudah dalam proses perjalanannya," kata Heri.
Sebagai langkah preventif, Dishub Sleman menggencarkan pemeriksaan kelaikan kendaraan khususnya bagi angkutan pariwisata.
"Kami melakukan jemput bola pemeriksaan kelaikan kendaraan (ramp check) di perusahaan otobus di wilayah Sleman, di sekolah-sekolah yang akan mengadakan kegiatan luar, hingga di lokasi wisata seperti jip wisata Kaliurang," jelas Heri. (*)
Nila Hastuti
