Abdi Dalem Pemikul Tandu Jenazah PB XIII Berpakaian Khusus

Ini baju turun temurun sejak zaman dulu, baju khusus.

Abdi Dalem Pemikul Tandu Jenazah PB XIII Berpakaian Khusus
Baju khusus yang akan dipakai abdi dalem pemikul jenazah raja Surakarta Paku Buwono XIII. (sariyati wijaya)
Abdi Dalem Pemikul Tandu Jenazah PB XIII Berpakaian Khusus

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Suasana Dalem Kanjengan Bupati Juru Kunci Surakarta penuh kesibukan. Ini terlihat sejak Raja Kasunanan Surakarta Sri Susuhunan Paku Buwono XIII (PB XIII) mangkat Minggu (2/11/2025) pagi dalam usia 77 tahun di RS Indriati Solo Baru Sukoharjo.

Kanjengan yang berada di Imogiri Bantul telah mempersiapkan segala hal yang diperlukan untuk pemakaman. "Leres, kami sudah menerima kabar hari Minggu dan kami langsung melakukan berbagai persiapan yang diperlukan," kata Suradal, Abdi Dalem Kanjengan Bupati Juru Kunci Surakarta, Senin (3/11/2025).

Adapun persiapan yang dilakukan di antaranya adalah baju yang akan dipakai oleh abdi dalem pemikul tandu jenazah. Jumlahnya 25 stel terdiri atasan,bawahan celana tiga per empat dan peci khusus.

Suradal menunjukkan baju tersebut dan terlihat dominan abu-abu dengan lis merah. "Ini baju turun temurun sejak zaman dulu seperti ini,jadi baju khusus. Kalau yang baju sudah rusak kami simpan,dan membuat yang baru dengan desain,bentuk dan warna sama persis," kata Suradal sembari membuka almari penyimpanan baju yang sudah rusak ataupun pudar warnanya.

Proses perbaikan dudukan tandu jenazah PB XIII. (sariyati wijaya/koranbernas.id)

Selain itu, juga dilakukan perbaikan tempat keranda. Uniknya, perbaikan tidak menggunakan paku namun bambu yang dibuat menyerupai paku guna membetulkan dudukan tandu ataupun perbaikan sisi yang lain. "Ini lebih kuat dan tahan guncangan," kata Suradal.

Persiapan lainnya adalah proses penggalian liang lahat atau biasa disebut bedhah bumi setelah Dhuhur. Sejumlah abdi dalem silih berganti masuk tempat pemakaman dengan membawa peralatan seperti linggis dan cangkul.

Tampak pula seorang abdi dalem membawa ubarampe berupa buah pisang, kelapa dan bunga setaman. Selanjutnya, pintu masuk area pemakaman langsung ditutup. Mengingat proses penggalian juga tertutup untuk umum. "Lokasi makam berada di sebelah ayahandanya yakni PB XII," tambah Slamet Santosa SIP, Panewu Imogiri. (*)