YKC10K 2026 Dorong Sport Tourism, Ribuan Pelari Ramaikan Kota Yogyakarta

Penyelenggaraan YKC10K 2026 mendapat dukungan dari Dinas Pariwisata DIY dan Pemda DIY.

YKC10K 2026 Dorong Sport Tourism, Ribuan Pelari Ramaikan Kota Yogyakarta
Konferensi pers YKC10K 2026 di Malioboro Prime Hotel, Senin (2/2/2026). (yvesta putu ayu palupi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA  -- Yogyakarta kembali menegaskan posisinya sebagai kota ramah olahraga dan pariwisata melalui ajang Yogyakarta City 10K (YKC10K) 2026. Event lari yang akan digelar Minggu 8 Februari 2026 itu ditargetkan diikuti 1.000 pelari dari berbagai daerah di Indonesia. Titik start-finish di Jalan Suryatmajan kawasan Kantor Gubernur DIY.

Mengusung tema Conquer Your Challenge, YKC10K tidak hanya menjadi ajang kompetisi lari 10 kilometer, tetapi juga wadah promosi sport tourism yang memadukan olahraga, ruang kota dan pengalaman berlari di tengah denyut kehidupan Kota Yogyakarta.

Antusiasme peserta datang dari berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, hingga Surabaya. Para pelari lintas daerah ini dinilai memberi efek ganda bagi sektor pariwisata, mulai dari tingkat hunian hotel, kuliner hingga aktivitas ekonomi di pusat kota.

Representatif JORACE Sport Event Organizer, Dian Isnawati, mengatakan YKC10K dirancang sebagai event yang memberi pengalaman berbeda bagi pelari.

Menikmati kota

“Berlari di YKC10K bukan hanya soal waktu finish, tapi juga tentang menikmati kota, atmosfer jalanan Jogja dan merayakan konsistensi latihan,” ujarnya dalam konferensi pers di Malioboro Prime Hotel, Senin (2/2/2026).

Berbeda dengan kebanyakan lomba lari di Indonesia, YKC10K menetapkan Cut Off Time (COT) 70 menit. Standar ini menuntut peserta menjaga pace rata-rata 6 menit 30 detik per kilometer, sekaligus membangun citra YKC10K sebagai event dengan kualitas teknis yang serius namun tetap terbuka bagi pelari pemula hingga menengah.

Data penyelenggaraan tahun sebelumnya menunjukkan rata-rata waktu finish peserta berada pada angka 56 menit, dengan hanya tiga pelari yang melewati batas COT. Catatan tersebut memperlihatkan kesiapan pelari sekaligus karakter rute yang menantang namun realistis.

“Harapannya, YKC10K bisa menginspirasi lebih banyak orang untuk berlari bersama, bergerak bersama dan mencintai kota ini lewat olahraga,” tandas Dian.

Aspek keselamatan

Race Director YKC10K 2026, Septiyadi Pityanta, menambahkan penyelenggara menaruh perhatian besar pada aspek keselamatan. “Kami menyiapkan pengamanan rute, water station serta dukungan medis yang memadai agar pelari merasa aman dan nyaman sepanjang lomba,” katanya.

Penyelenggaraan YKC10K 2026 mendapat dukungan dari Dinas Pariwisata DIY dan Pemda DIY, sejalan dengan upaya memperluas portofolio event olahraga sebagai penggerak kunjungan wisata dan citra kota aktif.

Menariknya, sejumlah influencer lari nasional dijadwalkan ikut ambil bagian, di antaranya dr Tirta dan dr Davin Silalahi (Si Serigala). Mereka diharapkan mampu memotivasi masyarakat untuk menjadikan lari sebagai gaya hidup.

Melalui YKC10K 2026, Yogyakarta tidak hanya menjadi latar lomba, tetapi turut hadir sebagai pengalaman yakni sebuah kota yang dirasakan langkah demi langkah di atas aspal, dari garis start hingga garis finish. (*)