Warga Kulonprogo Berjuang Menciptakan Nilai Tambah Komoditi Cokelat
KORANBERNAS.ID, KULONPROGO--Cokelat bukan sekadar bahan pangan dengan rasa manis yang digemari banyak orang. Di balik biji cokelat yang tumbuh subur di Dusun Tompak, Kalurahan Giripurwo Kapanewon Girimulyo Kabupaten Kulonprogo, tersimpan potensi ekonomi keluarga dan peluang penguatan ketahanan pangan lokal jika diolah secara tepat. Sayangnya, pemanfaatan cokelat sebagai produk bernilai tambah masih terbatas, terutama di tingkat rumah tangga.
“Melihat peluang tersebut, dosen dan mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menginisiasi kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan fokus pelatihan pengolahan cokelat menjadi produk olahan pangan bernilai ekonomi. Kegiatan dilaksanakan di Dusun Tompak,” kata Kepala Humas UMBY Widarta MM dalam rilisnya, Senin (28/7/2025).
Kegiatan telah dilaksanakan pada Minggu (20/7/2025). Dusun ini dipilih karena memiliki tanaman kakao yang berpotensi untuk dimanfaatkan lebih lanjut. Kegiatan ini melibatkan dua dosen pendamping, Prof. Siti Tamaroh, dan Dr. Yuli Perwita Sari bersama mahasiswa Syabilla Dewi Nur Maharani, Amanda Syifa Aulia, dan Eva Rizky Lestari.
Sebanyak dua puluh ibu-ibu anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Dusun Tompak hadir dalam kegiatan yang bertujuan melatih keterampilan pengolahan cokelat menjadi produk bernilai jual. Para peserta mendapatkan pelatihan praktik pembuatan bolu pisang cokelat, cookies cokelat kacang, serta kue kering choco-nut ball.
Selain praktik, para peserta juga memperoleh materi terkait manfaat cokelat bagi kesehatan, peluang usaha pengolahan cokelat, dan strategi pemasaran produk secara sederhana agar dapat menjadi sumber penghasilan tambahan keluarga.
“Dusun Tompak memiliki potensi cokelat yang sangat baik. Melalui kegiatan ini, kami ingin ibu-ibu KWT dapat memanfaatkan potensi tersebut untuk meningkatkan keterampilan dan pendapatan keluarga,” ujar Prof Siti Tamaroh usai kegiatan.
Sementara itu, Dr Yuli Perwita Sari, menambahkan bahwa pengabdian ini merupakan bagian dari komitmen UMBY untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dengan mengoptimalkan potensi lokal.
“Kami berharap ibu-ibu dapat mengembangkan keterampilan ini melalui kegiatan di Kelompok Wanita Tani (KWT) yang sudah ada,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, tim pengabdian juga menyerahkan alat dan bahan pendukung agar produksi dapat dilakukan secara mandiri oleh ibu-ibu KWT Tompak setelah pelatihan.
Aini, salah satu pengurus KWT Tompak, menyampaikan antusiasme dan rasa terima kasih atas terselenggaranya pelatihan ini. “Kami senang sekali bisa belajar membuat olahan cokelat secara langsung. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat berlanjut dan membantu kami memproduksi dalam jumlah lebih besar untuk dijual,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, UMBY berupaya tidak hanya memperkenalkan keterampilan pengolahan cokelat, tetapi juga menumbuhkan semangat wirausaha di tingkat rumah tangga sebagai bagian dari kontribusi kampus dalam penguatan potensi lokal di masyarakat.(*)
Sariyati Wijaya
