Warga Desa Dukuhdungus Purworejo Bertani dengan Alat Modern

Dengan tenaga yang seminimal mungkin namun hasilnya lebih optimal.

Warga Desa Dukuhdungus Purworejo Bertani dengan Alat Modern
Dandim Purworejo Letkol Inf Imam Purwoko memanen padi dengan mesin serut. (wahyu nur asmani ew/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Pemerintah Desa (Pemdes) Dukuhdungus Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo bersama warganya siap mengolah lahan pertanian dengan alsintan (alat dan mesin pertanian) modern.

Peresmian penggunaan alat pertanian modern dilaksanakan bersamaan dengan panen raya padi dan tanam jagung masa tanam (MT) ketiga di lahan desa setempat, Kamis (24/7/2025).

Kepala Desa Dukuhdungus, Daski Rohmad, mengatakan pihaknya memperkuat ketahanan pangan sesuai instruksi Presiden. Tak tanggung-tanggung, Pemdes Dukuhdungus pun menggunakan dana desa (DD) sebanyak 60 persen.

"Dana desa bisa digunakan untuk ketahanan pangan minimal 20 persen, kami menggunakannya 60 persen, dari DD Rp 1 miliar, jadi total Rp 600 juta. Dari dana tersebut untuk membeli alat pertanian modern berupa traktor roda empat Rp 400 juta. Selebihnya untuk ngebor empat titik sumur sampai kedalaman 30 meter dan biaya panen raya serta biaya penanaman jagung," jelasnya di sela panen raya.

Penggunaan drone pertanian di Desa Dukuhdungus Purworejo. (wahyu nur asmani ew/koranbernas.id)

Pihaknya bekerja sama dengan Kapolres Purworejo untuk menanam jagung dan Dandim 0708 Purworejo untuk panen raya padi serta Bupati Purworejo untuk meresmikan penggunaan alat pertanian modern.

Kegiatan tersebut sebagai ungkapan rasa syukur atas kesuksesan Bumdes Sumber Raharjo desa setempat. “Pembelian alat pertanian modern karena saat ini eranya tak lepas dari teknologi,” katanya. Masa tanam (MT) ketiga biasanya palawija tapi kali ini jagung.

Hadir dalam kesempatan tersebut Dandim 0708 Purworejo Kolonel Inf Imam Purwoko untuk memanen padi. Sedangkan Kapolres berhalangan hadir diwakili Kabag SDM Polres Purworejo Kompol Markotib serta Plt Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Wiyoto Harjono, mewakili Bupati Purworejo, serta Forkompincam Grabag.

Panen raya dipimpin Dandim 0708 Purworejo Kolonel Inf Imam Purwoko secara manual maupun dengan mesin serut. Selain itu alat pertanian modern lainnya yaitu penggunaan drone udara berfungsi menyiram lahan. Dengan alat modern tersebut, Kades Dukuhdungus berharap hasil pertanian lebih maksimal.

Letkol Inf Imam Purwoko bersama Kompol Markotip dan Wiyoto Harjono menanam jagung. (wahyu nur asmani ew/koranbernas.id)

Dandim 0708 Purworejo menjelaskan pihaknya mengapresiasi Pemdes Dukuhdungus yang telah menggunakan alat pertanian modern. "Hari ini kami melakukan panen raya dengan lahan 4,1 hektar, yang ditonjolkan di sini adalah alat pertanian modern. Kita coba traktor serut untuk memanen padi, setelah itu menyemprot air memakai drone, target dipastikan terpenuhi lebih cepat. Dengan alat pertanian modern merupakan strategi bagus untuk mengejar target hasil," jelas Dandim.

Letkol Inf Imam menyebut dengan adanya mekanisasi berbagai alat berat pertanian, target ketahanan pangan dan swasembada pangan terpenuhi dengan lebih cepat. "Kades Dukuhdungus sangat luar biasa, ini merupakan contoh dari banyak kades yang mempunyai inovatif inovasi yang tinggi. Selama ini untuk daerah-daerah masih terkendala tenaga petani, semakin banyak yang sepuh dan juga anak muda banyak yang merantau, mengakibatkan semakin sedikitnya tenaga petani yang ada di desa-desa," ujarnya.

Dia berharap dengan adanya mekanisasi pembudayaan alat modern, pemuda-pemuda ikut serta melek teknologi. Dengan tenaga yang seminimal mungkin namun dengan hasil yang lebih optimal.

Wiyoto Harjono menambahkan kegiatan panen padi dan tanam jagung kali ini menjadi bukti nyata semangat kebersamaan dan kerja keras mewujudkan ketahan pangan. Selain itu, juga sebagai komitmen mendukung kebijakan pemerintah menjaga stabilitas pangan nasional. (*)