UWM Hadirkan Pengajar Native Speaker untuk Tingkatkan Daya Saing Global Mahasiswa
belajar bahasa Inggris langsung dari penutur aslinya akan memberikan nuansa yang otentik dan sulit didapatkan dari metode konvensional
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA--Universitas Widya Mataram (UWM) menandatangani kerjasama dengan International Centre for English Education (ICEE), Kamis (31/7/2025). Kerjasama ini, merupakan langkah strategis untuk memperkuat kompetensi global mahasiswa, melalui program pengajar penutur asli (native speaker) ke dalam lingkungan kampus UWM.
Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam upaya UWM untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga siap bersaing di panggung internasional. Delegasi ICEE, yang dipimpin langsung oleh National Director-nya, Sarah Elisabeth Bushey, BA, CELTA, diterima oleh Rektor UWM, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec.
Dalam sambutannya, Prof. Edy Hamid menegaskan bahwa kolaborasi ini akan memberikan dampak signifikan bagi proses belajar-mengajar di UWM. Menurutnya, belajar bahasa Inggris langsung dari penutur aslinya akan memberikan nuansa yang otentik dan sulit didapatkan dari metode konvensional.
“Keberadaan pengajar native speaker bukan hanya tentang bahasa, tapi juga membuka wawasan mahasiswa terhadap dunia global. Ini adalah pilar penting dalam visi UWM untuk menjadi universitas yang unggul,” ujar mantan Ketua Forum Rektor Indonesia tersebut.
Pihak ICEE menyambut hangat kerja sama ini. Sarah Elisabeth Bushey menyatakan bahwa visi ICEE adalah mendorong akses pendidikan berkualitas, dan kompetensi bahasa Inggris adalah salah satu kuncinya.
“Kami percaya bahwa kompetensi bahasa Inggris yang kuat adalah kunci mobilitas akademik dan profesional,” kata Sarah.
Dengan adanya kolaborasi ini, mahasiswa UWM akan mendapatkan kesempatan emas untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris secara komprehensif, mulai dari percakapan, pemahaman budaya, hingga persiapan untuk studi lanjut atau karier di tingkat internasional. Inisiatif ini secara nyata akan membekali mereka dengan salah satu keterampilan paling vital di era globalisasi saat ini. (*)
Siaran Pers
