Rabu, 02 Des 2020,


usia-tak-menyurutkan-semangat-mbah-proyo-untuk-bekerjaMbah Proyo ikut kegiatan proyek padat karya pembuatan talud di Dusun Selo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul seperti difoto, Jumat (20/11/2020). (sariyati wijaya/koranbernas.id)


Sariyati Wijaya

Usia Tak Menyurutkan Semangat Mbah Proyo untuk Bekerja

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bantul
SHARE

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Tubuhnya yang terlihat renta tidak menghalangi langkahnya untuk bekerja bersama 25 warga lainya dalam mengerjakan pembuatan talud program padat karya bersumber dari APBD Bantul tahun 2020 di Dusun Selo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul, Jumat (20/11/2020).

Saat koranbernas.id ke lokasi, Mbah Proyo (80 tahun), masih semangat mengambil adukan semen dari dalam ember dan diserahkan kepada tukang yang sedang menyusun batu.


Baca Lainnya :

Sarengane kulo, sak pantaran sampun mboten onten sedoyo. Sampun nilar. Alhamdulillah kulo tesih sehat, saged proyek (barengan saya, seusia saya sudah tidak ada. Sudah meninggal. Alhamdulillah saya masih sehat, masih bisa proyek),” kata Mbah Proyo di lokasi.

Dirinya mengaku senang, masih bisa turut bekerja dan membangun wilayahnya.


Baca Lainnya :

Sementara ketua kelompok, Sumadi, mengatakan bahwa warga yang ikut program padat karya berjumlah 26 orang. Selain ketua ada juga tukang dan anggota kelompok yang semuanya berasal dari warga sekitar.

“Di sini sudah beberapa kali mendapat program padat karya. Kami berterima kasih atas program yang kami terima. Awalnya saya sempat berpikir, karena Corona tidak jadi ada. Ternyata ada. Saya maturnuwun sanget,” katanya.

Sementara itu Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul, Istirul Widilastuti MAP, mengatakan program padat karya memang awalnya telah disosialisasikan sejak Februari 2020. Namun kemudian tertunda karena ada pandemi Covid-19.

“Sosialisasinya sudah lama, dan baru dikerjakan mulai Jumat 20 November selama 21 hari ke depan,” kata Istirul.

Adanya program padat karya menjadi salah satu sarana untuk menggerakan ekonomi. Termasuk juga membantu warga dalam menghadapi dampak pandemi.

“Saya berharap kegiatan bisa selesai tepat waktu. Dan warga merasakan manfaatnya dari proyek yang dikerjakan,” katanya.

Untuk padat karya yang bersumber dari APBD Bantul, ada 171 paket dengan anggaran setiap paket Rp 100 juta. Ada pun jenis kegiatanya mulai pembuatan talud, cor blok, hingga jembatan lingkungan. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini