Tingkatkan Kualitas, Pimpinan UMBY Kunjungi UMS
UMBY berupaya mempelajari langsung langkah, teknis dan strategi UMS mencapai standar mutu.
KORANBERNAS.ID, SURAKARTA -- Jajaran pimpinan Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) melaksanakan kunjungan benchmarking ke Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Benchmarking adalah suatu standar atau tolak ukur yang dimanfaatkan untuk membandingkan antara satu hal dengan hal lainnya yang sejenis.
Melalui siaran pers ke redaksi koranbernas.id, Kepala Humas UMBY, Widarta MM, Senin (10/11/2025), menjelaskan rombongan dipimpin Rektor UMBY Dr Agus Slamet dan telah melakukan kunjungan Kamis (6/11/2025). "Kunjungan ini disambut hangat oleh pihak UMS di Ruang Sidang BPH Gedung Siti Walida," kata Widarta.
Tampak menyambut rombongan UMBY adalah Wakil Rektor II UMS Prof Dr Muhammad Da'i, Badan Penjamin Mutu (BPM) Hari Prasetyo Ph D beserta jajarannya.
Rektor UMBY mengatakan kunjungan ini merupakan salah satu upaya kampus yang dipimpinnya untuk meningkatkan kualitas internal dan meraih akreditasi unggul.
Standar mutu
UMS menjadi rujukan karena memiliki pengalaman dan praktik terbaik pengembangan mutu perguruan tinggi. UMBY berupaya mempelajari secara langsung langkah-langkah, teknis dan strategi yang diterapkan UMS dalam mencapai standar mutu yang tinggi, terutama dalam mengelola akademik dan penjaminan mutu.
“Kami menyadari bahwa mutu itu sangat penting dan tidak bisa berdiri sendiri. Semua unit, prodi, fakultas dan lini harus memiliki kesadaran untuk selalu menjaga dan meningkatkan mutu dengan terus memperbaiki diri dan berinovasi. Kami ingin banyak belajar kepada UMS tentang sistem penjaminan mutu internal yang sudah unggul,” ujar Rektor UMBY.
Senada, Prof Da’i mengatakan akreditasi adalah pendorong utama peningkatan mutu di UMS. “Kami menyadari bahwa mutu itu tidak bisa dibangun instan, hasil akreditasi menjadi pendorong mutu yang bisa kita perbaiki secara otentik. Maka pada tahun 2012 kami memulai meningkatkan mutu prodi dan fakultas melalui siklus rencana pengembangan, tiap tahun melakukan evaluasi dan review. Kalau mutu bisa kita upayakan yang otentik, maka akan menjadi cerminan PT itu sendiri dan meningkatkan kepercayaan masyarakat,” ungkapnya.
Selain diskusi, dilaksanakan pula penandatanganan MoA (Memorandum of Agreement) antara Pusat Penjaminan Mutu UMBY dengan Badan Penjamin Mutu UMS.
Sariyati Wijaya
