Terjadi di Klaten, Desa Diperintahkan Kembalikan Kardus Bekas Minyak Goreng Bantuan
Pihak desa merasa keberatan. Jumlah penerima bantuan pangan cukup banyak sehingga tidak bisa menyalurkan bantuan sehari.
KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng di wilayah Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten heboh. Ini terjadi karena kardus bekas minyak goreng yang sudah tidak dipakai lagi diperintahkan untuk dikumpulkan karena akan dikembalikan.
Padahal perangkat desa sudah disibukkan menyalurkan bantuan dan juga ditugasi menata dan mengumpulkan kardus minyak goreng yang sudah tidak dipakai lagi.
Akibat adanya perintah dari seseorang, pihak desa merasa keberatan. Sebab, desa yang jumlah penerima bantuan pangan (PBP-nya) cukup banyak tidak bisa menyalurkan bantuan sehari.
Di Desa Wiro, misalnya, jumlah PBP bantuan pangan alokasi Februari dan Maret 765 orang, dari sebelumnya yang hanya 500-an. Jadwal penyaluran bantuan dilaksanakan serentak hari Kamis (16/4/2026) di kantor desa masing-masing. Karena penerimanya banyak dilanjutkan penyalurannya Jumat (17/4/2026) pagi.
Penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng di Kantor Desa Wiro Kecamatan Bayat, Jumat (17/4/2026). (masal gurusinga/koranbernas.id)
"Yang belum tersalurkan kemarin ada 75 penerima, dan hari ini kami lanjutkan penyalurannya" kata perangkat Desa Wiro di kantor desa setempat, Jumat (17/4/2026).
Penyaluran bantuan pangan tidak hanya dilakukan oleh perangkat desa, tapi juga dibantu kader PKH setempat.
Bantuan pangan yang disalurkan alokasi Februari dan Maret 2026. Masing-masing PBP menerima beras 20 kilogram dan 4 liter minyak goreng. Beras sudah dikemas dalam karung isi 10 kilogram, sedangkan minyak goreng merek Minyakita saat diantar ke kantor desa masih dalam kardus. Setiap kardus berisi 12 bungkus minyak goreng isi 1 literan.
Saat dikonfirmasi dan dihubungi melalui telepon, seseorang yang memberikan perintah tersebut tidak bersedia menerima telepon, namun lewat WA dia menyatakan sedang bekerja sambil mengirimkan gambar. (*)
Masal Gurusinga
