Tanpa APBD, SSB Trianaga Bantul Sukses Gelar Kompetisi Sepak Bola Usia Dini

Kompetisi tidak menggunakan anggaran APBD namun murni dari swadaya penyelenggara.

Tanpa APBD, SSB Trianaga Bantul Sukses Gelar Kompetisi Sepak Bola Usia Dini
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyerahkan hadiah bagi pemenang Bupati Bantul Cup series 1 gelaran SSB Trianaga. (sariyati wijaya)

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Sekolah Sepak Bola (SSB) Trianaga yang bermarkas di Trirenggo Kabupaten Bantul sukses menggelar kompetisi sepak bola usia dini Bupati Bantul Cup Series 1. Kelompok Umur (KU) 2016 dipertandingkan Sabtu (11/10/2025) dan KU 2014 dipertandingkan Minggu (12/10/2025).

Ketua panitia, Kurnia Setiawan, menjelaskan event yang baru pertama kalinya digelar ini mempertandingkan 16 peserta pada masing-masing kategori. Adapun hadiah yang diperebutkan adalah piala Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, uang pembinaan jutaan rupiah dan sertifikat untuk semua peserta.

Selain hadiah bagi tim, juga ada hadiah untuk coach terbaik, pemain terbaik, kiper terbaik dan top skor masing-masing mendapat sertifikat dan uang Rp 250 ribu. Serta ada hadiah bagi suporter terbaik. Semua hadiah diberikan pada setiap kategori.

"Ini adalah pertama kalinya kami menggelar kompetisi sepak bola usia dini dengan harapan akan meningkatkan jiwa sportivitas, daya juang, kerja sama dan juga meningkatkan skill bagi anak-anak dalam berolahraga sepak bola," kata Kurnia.

SSB Trianaga Bantul sebagai penyelenggara. (sariyati wijaya/koranbernas.id)

Para peserta tidak hanya berasal dari DIY saja namun juga beberapa peserta berasal dari Jawa Tengah seperti Klaten dan Magelang.

Almira selaku Pembina SSB Trianaga mengatakan ke depan kompetisi akan dilakukan rutin setiap tahun. "Ini merupakan salah satu upaya pembinaan regenerasi sepak bola baik di Bantul, di DIY dan secara luas di tanah air," kata Almira.

Ajang ini sebagai wadah kompetisi sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dan fair play pada anak-anak. "Kami berharap kompetisi yang kami laksanakan akan memberikan kontribusi positif bagi perkembangan sepak bola tanah air," katanya.

Abdul Halim Muslih hadir saat laga final KU 2016, Sabtu (11/10/2025) sore. Pada laga final itu bertanding SSB Mataram Utama Kota Yogyakarta melawan SSB Sano 11 dari Magelang. SSB Sano 11 berhasil menekuk SSB Mataram Utama dengan skor 2-1. Pemenang berhak atas hadiah utama uang pembinaan Rp 5 juta.

Bupati Bantul Cup series 1 gelaran SSB Trianaga. (sariyati wijaya/koranbernas.id)

"Saya memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kompetisi sepak bola usia dini yang baru pertama kalinya digelar. Jadi kompetisi ini tanpa menggunakan anggaran APBD. Murni dari swadaya penyelenggara maupun pendukung. Ke depan semoga dari APBD Kabupaten Bantul bisa juga untuk men-support kegiatan kompetisi sepak bola usia dini dan yang sejenis," kata bupati.

Harapannya kompetisi usia dini akan meningkatkan prestasi sepak bola di Kabupaten Bantul secara khusus dan Indonesia secara umum. Sehingga bisa berprestasi di tingkat Internasional. Selain itu, juga menguatkan jiwa kompetisi serta mengasah kemampuan mengingat peserta datang dari berbagai kota. "Sangat bagus dan positif. Saya mendukung," tandasnya. (*)