Tanah Longsor di Kebumen Bertambah, Terbaru di Padureso

Struktur tanah tidak mampu menahan derasnya hujan. Tidak ada korban jiwa.

Tanah Longsor di Kebumen Bertambah, Terbaru di Padureso
Petugas membersihkan material longsor yang menimpa rumah milik Ngadimin warga Dukuh Kalapacung Desa Sidototo Kebumen. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN -- Kejadian tanah longsor di Kabupaten Kebumen bertambah. Terbaru, terjadi di wilayah Kecamatan Padureso. Hujan deras sejak Jumat (14/11/2025) malam hingga Sabtu (15/11/2025) dini hari memicu terjadinya tanah longsor di Dukuh Kalapacung Desa Sidototo.

Longsoran tanah menimpa dapur rumah milik Ngadimin (51), warga setempat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 17 juta.

Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri melalui Wakapolres Kompol Faris Budiman menjelaskan laporan pertama diterima dari Kepala Desa Sidototo, Sulyanto, sekitar pukul 08:15.

"Tebing setinggi enam meter dengan panjang sekitar sepuluh meter di sisi rumah korban ambrol akibat struktur tanah yang tidak mampu menahan derasnya hujan sejak sore sebelumnya. Beruntung, tidak ada korban jiwa,” ujar Faris. Budiman, Sabtu (15/11/2025).

Dinding dapur

Warga sekitar menyebutkan hujan turun tanpa henti sejak Jumat pukul 15:00 hingga menjelang Sabtu pagi, menyebabkan tebing menjadi labil dan akhirnya longsor. Material tanah menghantam dinding dapur rumah Ngadimin.

Petugas gabungan dari Polsek Padureso, Posramil, Pemdes Sidototo, dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Kebencanaan Kecamatan Padureso melakukan asesmen dan pembersihan lokasi.

“Padureso memiliki banyak tebing curam dan struktur tanah yang labil. Karena itu, begitu ada laporan, tim langsung bergerak cepat agar risiko tidak semakin besar, " kata Faris.

Pada Sabtu siang, personel gabungan bersama warga melaksanakan kerja bakti membersihkan material longsor yang menutup akses samping rumah.

Langkah lanjutan

Polres Kebumen berkoordinasi dengan BPBD Kebumen untuk langkah lanjutan, termasuk pemantauan kondisi tebing dan pemberian imbauan kewaspadaan kepada warga, mengingat curah hujan tinggi diperkirakan masih berlanjut.

“Kami mengimbau warga untuk segera melapor apabila melihat retakan atau pergerakan tanah sekecil apa pun. Ini penting untuk mencegah dampak lanjutan," kata Faris.

Hingga Sabtu sore kondisi di lokasi telah dinyatakan aman. Pemerintah desa bersama TRC Kebencanaan masih melakukan pemantauan rutin sebagai bentuk antisipasi. (*)