Sungai Meluap, Pohon Tumbang Merusak Bangunan

Penataan bantaran sungai dinilai lebih bersifat estetika dibanding solusi.

Sungai Meluap, Pohon Tumbang Merusak Bangunan
Pohon tumbang menimpa Jogja Gallery di Alun-alun Utara Yogyakarta. (istimewa

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur Kota Yogyakarta, Sabtu (11/4/2026) sore, memicu banjir luapan sungai dan pohon tumbang di sejumlah titik hingga merusak bangunan. Puluhan warga terdampak, sementara akses jalan sempat terganggu akibat genangan dan material pohon.

BPBD Kota Yogyakarta mencatat tingginya intensitas hujan sejak pukul 15:00 menyebabkan Sungai Gajahwong dan Sungai Belik meluap hampir bersamaan. Luapan air merendam permukiman warga di bantaran sungai.

Di Warungboto Umbulharjo, air setinggi sekitar 30 cm masuk tiga rumah warga pada pukul 17:23. Sementara di Rejowinangun Kotagede, empat rumah dengan total 24 jiwa turut terdampak banjir.

Genangan lebih tinggi terjadi di Kampung Iromejan Gondokusuman dengan ketinggian air mencapai 50 cm sejak pukul 16:00 hingga melumpuhkan akses jalan utama. Warga menilai upaya pengendalian aliran air di sejumlah titik belum efektif.

Pintu air

Widharta, warga Klitren, menyebutkan fasilitas pintu air yang telah dipasang di sekitar jembatan Sagan dan Iromejan belum mampu menahan derasnya arus saat hujan berlangsung lama.

“Sebetulnya sudah ada pintu air di masing-masing jembatan, tapi tetap tidak ada efeknya. Debit airnya sudah terlalu besar kalau hujan deras dengan durasi panjang,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pemasangan pintu air awalnya dimaksudkan untuk mengurangi derasnya arus di jalur penghubung antarpermukiman. Namun, menurutnya, kondisi di lapangan justru tidak banyak berubah.

“Tujuannya supaya arus tidak terlalu kencang, tapi sama saja. Malah seperti menahan tekanan air,” katanya.

Penataan sungai

Widharta menambahkan, warga kerap terpaksa membuka pintu air secara manual agar air tidak meluap ke permukiman dari arah hulu. “Kalau tidak dibuka, air dari dalam tidak bisa keluar. Justru bisa semakin meluap,” ucapnya.

Dia menyatakan penataan bantaran sungai yang dinilai lebih bersifat estetika dibanding solusi.

“Dulu tidak ada talud, hanya pembatas biasa. Sekarang ditambah talud, pagar, sampai pintu air, tapi tetap tidak mengatasi. Lebih ke mempercantik, bukan menyelesaikan masalah,” katanya.

Saat bersamaan, angin kencang menyebabkan pohon tumbang di sejumlah lokasi. Salah satu insiden terjadi di Jalan Pekapalan No 7 Prawirodirjan Gondomanan. Dahan pohon berdiameter sekitar 40 cm patah dan menimpa atap Jogja Gallery. “Kejadian sekitar pukul 16:00,” kata Nurhidayat, Kepala BPBD Kota Yogyakarta.

Menutup jalan

Peristiwa serupa juga terjadi di Kampung Sagan Terban Gondokusuman. Pohon pule setinggi sekitar tujuh meter roboh dan sempat menutup akses jalan warga.

Merespons kejadian tersebut, BPBD Kota Yogyakarta mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama DLH, TNI-Polri, dan relawan untuk melakukan penanganan. Petugas juga mengoperasikan pompa portabel guna mempercepat surutnya genangan di kawasan terdampak.

Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Yogyakarta, Darmanto, menyebutkan kondisi mulai terkendali pada malam hari. “Per pukul 18:38, genangan di sebagian besar titik dilaporkan telah surut,” ujarnya. (*)