Minggu, 01 Agu 2021,


sri-mulyani-minta-jangan-ada-klaster-penyembelihan-hewan-kurbanBupati Klaten, Hj Sri Mulyani (kanan), menyerahkan hewan kurban kepada Ketua Ta'mir Masjid Agung Al Aqsha, H Mustari (kiri). (masal gurusinga/koranbernas.id)


Masal Gurusinga
Sri Mulyani Minta Jangan Ada Klaster Penyembelihan Hewan Kurban

SHARE

KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Masjid Agung Al Aqsha Klaten pada hari raya Idul Adha 1442 H membagikan 300 paket daging kurban kepada masyarakat, Rabu (21/7/2021). Paket masing-masing seberat satu kilogram tersebut dibagikan langsung Ta'mir Masjid Al Aqsha.


Ketua Ta'mir Masjid Agung Al Aqsha, H Mustari, mengatakan mengacu tahun sebelumnya, masing-masing paket terdiri dari daging setengah kilogram serta tulang (balungan) dan jeroan setengah kilogram.


"Jumlah paket kondisional. Namun mengacu tahun lalu minimal daging yang bagus setengah kilo kemudian ditambah balungan dan jeroan. Mungkin kisaran satu kilo lebih sedikit. Biasanya yang masuk ke sini kisaran hampir 300-an, termasuk dari lembaga," katanya.

H Mustari yang juga mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Klaten itu menambahkan, tahun ini Masjid Al Aqsha menyembelih lima ekor sapi, tiga ekor diantaranya dari Pemkab Klaten dan dua ekor lainnya dari ta'mir masjid dan Kapolres. Selain itu juga menyembelih enam ekor kambing.


Pendistribusian paket yang pertama kepada warga di sekitar masjid, tenaga kebersihan dan sekuriti masjid serta lembaga yang mengajukan seperti lembaga pendidikan, termasuk panti asuhan.

Bupati Klaten, Hj Sri Mulyani, saat menyerahkan tig ekor sapi kurban kepada ta'mir masjid memohon di masa PPKM darurat agar ta'mir masjid dan panitia kurban senantiasa memperhatikan protokol kesehatan, terutama pemakaian masker untuk menghindari munculnya klaster penyembelihan hewan kurban. Sekaligus dalam pendistribusian daging kurban agar dikondisikan melalui daftar penerima, agar tidak terjadi kerumunan di sekitar masjid.

"Saya mohon kepada ketua ta'mir dan ketua panitia penyembelihan hewan kurban, tolong diperhatikan protokol kesehatannya. Masker harus tetap dipakai. Karena kategori OTG itu benar-benar tanpa gejala. Jangan sampai nanti menimbulkan klaster penyembelihan hewan kurban," pinta bupati. (*)



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini