SMKN 3 Yogyakarta Targetkan SKAGATA 5K 2026 Jadi Event Nasional
Panitia membuat terobosan baru, membuka kategori Guru dan Tenaga Kependidikan.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- SMK Negeri 3 Yogyakarta ingin menaikkan status ajang lomba lari pelajar SKAGATA 5K 2026 menjadi event berskala nasional. Target tersebut diusung setelah penyelenggaraan tahun lalu sukses menarik peserta dari lima provinsi, yakni DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten dan Jakarta.
Ajang lari yang digelar dalam rangka HUT ke-61 SMKN 3 Yogyakarta itu dijadwalkan mencapai puncak race pada 5 Juli 2026. Tahun ini, panitia juga membuat terobosan baru dengan membuka kategori Guru dan Tenaga Kependidikan.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 3 Yogyakarta, Faiz Mudhokhi, mengatakan tingginya antusiasme peserta pada tahun lalu menjadi modal kuat untuk mendorong SKAGATA 5K naik level menjadi event nasional.
“Tahun lalu antusiasmenya sangat tinggi. Merujuk pada kriteria Prestasi Nasional (Presnas), sebuah kegiatan bisa dikatakan event nasional jika sudah diwakili minimal lima provinsi, dan alhamdulillah itu sudah terpenuhi,” ujarnya dalam konferensi pers di sekolah setempat, Jumat (29/5/2026).
Minat tinggi
Faiz menjelaskan, kategori Guru dan Tenaga Kependidikan dibuka sebagai respons atas tingginya minat dari lingkungan sekolah. Kategori tersebut bersifat inklusif dan dapat diikuti guru maupun karyawan dari sekolah formal, nonformal seperti PKBM, hingga pondok pesantren.
“Kami ingin memfasilitasi Bapak dan Ibu guru serta karyawan tata usaha agar memiliki ruang kompetisi sendiri, sekaligus menjadi selling point baru yang belum banyak disentuh,” katanya.
Langkah tersebut memperoleh apresiasi dari Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Disdikpora DIY. Kepala Seksi Olahraga BPO Disdikpora DIY, Danang Agus Yuniarto, menilai pembukaan kategori untuk guru dan tenaga kependidikan menjadi bentuk nyata ajakan hidup sehat bagi tenaga pendidik.
“Guru tidak hanya mengimbau siswa untuk berolahraga, tetapi juga memberi contoh langsung bahwa olahraga bisa menjadi lifestyle,” ujar Danang.
Pembinaan atlet
Menurutnya, maraknya event olahraga seperti SKAGATA 5K juga berdampak positif terhadap peningkatan Sport Development Index (SDI) DIY. Dalam lima tahun terakhir, posisi SDI DIY disebut naik dari peringkat bawah ke posisi tengah nasional.
“Kegiatan seperti ini menjadi hulu pembinaan atletik usia muda di DIY. Dari sini bakat-bakat atlet bisa ditemukan dan dikembangkan hingga level internasional,” katanya.
SKAGATA 5K dikenal sebagai pelopor lomba lari pelajar pertama di DIY yang menggunakan sistem pencatatan waktu profesional BIB Chip Number. Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia akan meningkatkan kualitas pelaksanaan, terutama pada aspek keamanan dan keselamatan peserta sepanjang rute dalam Kota Yogyakarta.
Mengusung jargon Run Strong, Enjoy The Ride, panitia kini memperluas kolaborasi dengan komunitas lari, media massa hingga Pemerintah Kota Yogyakarta untuk memperkuat publikasi acara. Informasi teknis dan pendaftaran dapat diakses melalui akun Instagram @skagata.5k dan @smkn3jogja. (*)
Muhammad Zukhronnee Muslim
