​Siaga Lebaran 2026: RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Perketat Layanan Trauma dan Gawat Darurat

RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta siaga penuh hadapi arus mudik Lebaran 2026. Antisipasi lonjakan kasus trauma laka dan mercon dengan fasilitas ICU 20 ventilator serta layanan konsultasi gizi 24 jam

​Siaga Lebaran 2026: RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Perketat Layanan Trauma dan Gawat Darurat
RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta siapkan skenario pelayanan terbaik selama libur Idul Fitri 1447 H. (istimewa)

​KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA–Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta menyatakan kesiapan penuh untuk menjadi benteng layanan kesehatan di jantung Kota Pelajar. Berdasarkan evaluasi tahun lalu, pihak rumah sakit memperketat penanganan pada kasus-kasus spesifik yang kerap melonjak selama malam takbiran dan hari raya.

​Direktur Pelayanan RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, dr. Safiqulatif Abdillah, MMR, Sp.PA, mengungkapkan bahwa fokus utama kesiagaan tahun ini meliputi penanganan trauma kepala akibat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) dan luka bakar akibat petasan.

​"Pengalaman tahun lalu, kasus yang mendominasi adalah trauma laka dan luka bakar mercon saat malam takbiran. Kondisi ini seringkali membutuhkan tindakan operasi segera. Kami sudah menyiagakan tim bedah dan fasilitas pendukung untuk merespons cepat kasus-kasus tersebut," ujar dr. Safiq dalam konferensi pers di Aula Utama RS PKU Yogyakarta, Jumat (13/3/2026).

​Pemisahan Alur UGD dan Kekuatan ICU

​Untuk menjaga efektivitas penanganan, Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS PKU Yogyakarta kini dibagi menjadi dua area utama: True Emergency untuk kasus mengancam nyawa dan Non-Emergency. Langkah ini diambil agar pasien dengan kondisi kritis, termasuk rujukan dari rumah sakit lain yang memiliki keterbatasan sumber daya, dapat segera tertangani.

​RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta juga mengunggulkan fasilitas intensifnya. Saat ini tersedia lebih dari 20 ventilator di ruang ICU dan ICVU. "Lonjakan pasien biasanya terjadi di ruang intensif. Jika terjadi kenaikan volume pasien, kami siap menambah kapasitas dan memaksimalkan seluruh fasilitas yang ada, termasuk dukungan dari Jogja Care," tambah dr. Safiq.

​Inovasi Layanan: Konsultasi Gizi & Farmasi via WhatsApp

​Tak hanya urusan trauma, RS PKU Yogyakarta juga mengantisipasi masalah kesehatan akibat pola makan khas lebaran. Lonjakan pasien biasanya terjadi di awal lebaran karena perubahan asupan makanan yang memicu penyakit degeneratif.

​Menariknya, RS PKU menghadirkan layanan preventif bagi para pemudik. Unit Gizi dan Farmasi tersedia 24 jam dan dapat diakses melalui pesan WhatsApp.

​"Pemudik yang sedang menempuh perjalanan jauh bisa bertanya langsung, misalnya apakah obat tertentu aman dikonsumsi dan tidak menyebabkan kantuk saat menyetir. Bahkan, bagi wisatawan yang ingin mencicipi kuliner Jogja tapi khawatir kolesterol, tim gizi kami siap memberikan rekomendasi makanan yang aman," jelasnya di hadapan jajaran Direksi lainnya.

​Komitmen Layanan 24 Jam

​Hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur Umum dan Keuangan Ahmad Mukhlis, SE, MARS, serta Direktur SDI dan AIK H. Muhammad Jamaludin Ahmad, S.Psi, Psikolog, menegaskan bahwa seluruh lini mulai dari Laboratorium, Radiologi, hingga layanan antar-jemput pasien darurat (serangan jantung dan stroke) beroperasi penuh 24 jam.

​Dengan lokasi strategis di pusat wisata dan ekonomi Yogyakarta, RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta berkomitmen menjadi mitra aman bagi para pemudik dan wisatawan agar momen lebaran 2026 tetap sehat dan nyaman. (*)