Minggu, 01 Agu 2021,


shelter-kuliner-kutoarjo-bakal-segera-ditataSuasana dalam Shelter Kuliner Kutoarjo tampak sepi di tinggal para pedagang. (wahyu nur asmani/koranbernas.id)


Wahyu Nur Asmani EW
Shelter Kuliner Kutoarjo Bakal Segera Ditata

SHARE

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Pemerintah Kabupaten Purworejo sudah memiliki rencana penataan bagi pedagang di Shelter Kuliner Kutoarjo. Saat ini masih dilakukan evaluasi terhadap pedagang di dalam maupun di halaman shelter terhadap kesanggupan untuk menempati dan memanfaatkan lokasi usaha yang telah ditetapkan.


Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Drs Bambang Susilo, mealui siaran pers, Rabu (16/06/2021). Dijelaskan bahwa keberadaan Shelter Kuliner Kutoarjo yang dibangun pada tahun 2019 merupakan bagian dari penataan kawasan perkotaan, sebagai konsekuensi adanya rencana revitalisasi Alun-alun Kutoarjo. Namun revitalisasi yang direncanakan pada tahun 2020 itu tertunda akibat pandemi Covid-19 dan baru akan dilaksanakan pada tahun 2021.

Penataan pedagang Shelter Kuliner Kutoarjo mengacu pada Perda Nomor 2 tahun 2008 tentang Pengaturan Tempat dan Usaha serta Pembinaan PKL. Disebutkan bahwa penempatan pedagang Shelter Kuliner Kutoarjo dilakukan secara bertahap dengan didahului sosialisasi, pendaftaran dan pengundian lapak, dilakukan bersama Tim Pembinaan, Penataan dan Pengawasan PKL Kabupaten Purworejo disaksikan oleh pemangku kepentingan di wilayah Kutoarjo (Forkopincam).


“Masa transisi dan adanya pandemi Covid-19 di awal tahun 2020, memberikan dampak bagi para pedagang Shelter Kuliner Kutoarjo, sehingga masih banyak PKL yang berada di seputar Alun alun Kutoarjo,” ungkapnya.

Dalam perkembangan selanjutnya, untuk optimalisasi pemanfaatan Shelter Kuliner Kutoarjo dan penataan PKL di Jalan Wirotaman dan Jalan Mardiusodo, maka halaman Shelter Kuliner Kutoarjo dan Jalan Durian dimanfaatkan sementara untuk relokasi PKL jajanan sekolah yang berada di seputar Alun-alun Kutoarjo, khususnya yang berada di Jalan Wirotaman dan Jalan Mardiusodo yang dilakukan dengan tahapan sosialisasi dan musyawarah antar Paguyuban Pedagang.

 

“Melihat dinamika di Shelter Kuliner Kutoarjo dan adanya masukan dan saran agar pedagang Shelter Kuliner Kutoarjo dapat memiliki peluang yang sama dalam penjualan/omset, maka penataan pedagang dilakukan kembali. Yakni dengan memasukkan pedagang jajajan sekolah yang berada dihalaman parkir ke dalam shelter dengan didahului tahapan sosialisasi dan musyawarah antar paguyuban pedagang,” jelasnya.


Pemindahan pedagang dari halaman ke dalam Shelter Kuliner Kutoarjo masih terus berproses dengan memperhatikan usul/saran dan masukan serta musyawarah antar paguyuban pedagang.

“Harapannya nanti dapat berjalan efektif, dan fungsi halaman shelter akan dikembalikan kepada fungsinya sebagai sarana parkir. Pemerintah juga menyiapkan sarana tambahan bagi kebutuhan pedagang, di antaranya tambahan daya listrik,” tandasnya.

Pantauan koranbernas.id di Shelter Kuliner Kutoarjo dalam beberapa waktu yang lalu tampak kosong, khususnya yang berlokasi di dalam shelter. Hanya pedagang yang berada di sisi pinggir yang masih membuka lapaknya. (*)

 



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini