Senin, 02 Agu 2021,


seni-tak-terbatas-dari-lukisan-affandi-menjadi-esaiPara juara esai dan penyelenggara berfoto di depan Museum Affandi. (Istimewa)


Muhammad Zukhronnee Muslim
Seni Tak Terbatas, Dari Lukisan Affandi Menjadi Esai

SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- -Memperingati Hari Museum Indonesia yang jatuh pada 12 Oktober, Dinas Kebudayaan DIY bersama Duta Museum DIY dan Museum Affandi menggelar Lomba Esai dengan Tema “Pasar Ngasem dari Masa ke Masa (Dilihat dari Lukisan Bird Market in Ngasem Karya Affandi)”.


Dibiayai dana keistimewaan, lomba ini ditujukan untuk mahasiswa S1 dan S2 di wilayah DIY. Dalam periode waktu pengumpulan karya yang berlangsung selama hampir satu bulan, yaitu dari 14 September hingga 10 Oktober 2020, sebanyak enam puluh karya dari mahasiswa-mahasiswi berbagai universitas di DIY diterima oleh penyelenggara.

  • Adilla Putri Permata, Mimpinya Sejak Kecil Mulai Menjadi Nyata
  • Kegiatan Seni Tidak Boleh Mandek

  • Setelah melalui perundingan panjang, tim juri yang terdiri atas dosen, penulis, dan ahli bahasa memutuskan karya berjudul “Pasar Ngasem Bukan Sekadar Tempat Jual Beli” karya Diky Nuryulia Arby, mahasiswa Universitas Teknologi Yogyakarta sebagai juara pertama.

    Untuk juara kedua, ketiga, dan harapan pertama diraih oleh mahasiswa dan mahasiswi Universitas Gadjah Mada atas nama Muhammad Azzam Al Haq, Prabanndaru Wahyuaji, dan Raihana Ayu Maharani, sedangkan juara harapan kedua jatuh kepada mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana atas nama Yudha Adi Putra.

  • Inilah Pemenang Lomba Menulis Esai 75 Tahun Indonesia
  • Al Quran dan Buku Kumpulan Khotbah Utuh di Antara Abu Sisa Kebakaran Rumah

  • Kelima orang pemenang berhak mendapatkan trofi, piagam, dan uang pembinaan dari Dinas Kebudayaan DIY. Hadiah diserahkan langsung oleh Kepala Museum Affandi, Helfi Dirix pada acara penyerahan hadiah yang dilangsungkan Jumat, 16 Oktober 2020, di galeri satu Museum Affandi. Turut hadir dalam acara penyerahan hadiah, Kartika Affandi, putri tertua Affandi.

    Menurut penanggung jawab acara, Arga Dumadi, selain menjadi bagian dari peringatan Hari Museum Indonesia 2020, kegiatan lomba esai ini juga diselenggarakan guna menerjemahkan keindahan visual lukisan Affandi ke dalam bentuk kata-kata.

    "Dengan demikian semakin banyak orang yang dapat menikmati dan memahami keistimewaan lukisan karya sang maestro," terangnya dalam siaran pers yang diterima koranbernas.id, Minggu (18/10/2020).

    Lukisan Bird Market in Ngasem yang dibuat Affandi pada tahun 1979 dipilih karena keberadaan Pasar Ngasem walau telah mengalami banyak perubahan, namun tetap begitu melekat di hati masyarakat Yogyakarta hingga kini.

    "Diharapkan pula lomba ini menjadi bukti bahwa seni itu tidak terbatas, seperti halnya seni lukis yang menjadi inspirasi bagi seni merangkai kata," tandasnya.(*)



    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini