Sekolah Vokasi UGM Gelontorkan Rp 1 Miliar untuk Pengentasan Kemiskinan

Sekolah Vokasi UGM Gelontorkan Rp 1 Miliar untuk Pengentasan Kemiskinan
Foto bersama dalam Seminar Nasional Hasil-Hasil Pengabdian kepada Masyarakat (SNH2PM) 2024. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA--Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkuat komitmennya dalam pengentasan kemiskinan, dengan mengalokasikan dana sebesar Rp 1,01 miliar untuk 68 program pengabdian masyarakat. Sebanyak 75% program terpusat di sebelas kalurahan di Kulonprogo. 

Hal ini terungkap dalam Seminar Nasional Hasil-hasil Pengabdian kepada Masyarakat (SNH2PM) 2024 yang digelar di Ballroom Gedung Field Research Center (FRC) UGM, Kulonprogo, Sabtu (9/11/2024).

Kami berusaha untuk selalu memberikan solusi kepada permasalahan masyarakat melalui program pengabdian, termasuk permasalahan pemanfaatan air hujan dan pengentasan kemiskinan, ungkap Dekan Sekolah Vokasi UGM, Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono dalam sambutannya.

Seminar yang mengangkat tema “Inovasi untuk Pengurangan Angka Kemiskinan dan Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah” ini, menghadirkan dua pembicara utama. 

Sementara itu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, memaparkan keberhasilan DIY dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrem dari 2,63% pada 2021 menjadi 0,85% di 2024.

“Strategi-strategi yang dilakukan untuk percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem antara lain menurunkan beban pengeluaran, meningkatkan produktifitas dan pendapatan serta meminimalkan wilayah kantong kemiskinan,” jelas Made.

Sementara itu, Destarafi Perdana Islami, Ketua Umum Kalasan Valley dan CEO PT Sembada Sinergi Indonesia, membagikan pengalaman sukses dalam mengoptimalkan potensi lokal melalui berbagai inisiatif seperti sinergi peternakan desa, ekonomi sirkular masyarakat desa, dan program inovatif “1 rumah 1 meja sayur”.

Kehadiran UGM di Kulonprogo melalui Gedung FRC mendapat sambutan positif dari pemerintah setempat. Sekda Kabupaten Kulonprogo, Triyono, M.Si., bahkan mengharapkan SV UGM dapat membuka kampus di wilayahnya.

Event tahunan yang keenam kalinya digelar ini tidak hanya menjadi ajang presentasi hasil pengabdian, tetapi juga memberikan ruang bagi UMKM dan BumDes lokal untuk memamerkan produknya melalui expo pengabdian di lantai 1 gedung FRC UGM.

Gedung FRC UGM di Wates adalah bukti kehadiran UGM di Kulon Progo serta komitmen terbuka kami untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam bidang riset, pengabdian dan kegiatan lain, ujar Ketua SNH2PM 2024, Dian Herawati, S.ST., M.P.H.

Seminar juga dihadiri oleh akademisi dari berbagai perguruan tinggi seperti Politeknik Negeri Subang, Universitas Riau, dan Universitas Katholik Parahyangan. 

Para peserta berkesempatan mempresentasikan hasil pengabdian mereka dalam sesi simposia yang mencakup bidang Sains & Teknologi, Ekonomi & Sosial Humaniora, serta Agro & Kesehatan.

Keberhasilan penyelenggaraan SNH2PM 2024 ini diharapkan dapat terus membuka peluang kerja sama antara perguruan tinggi dengan mitra dan para pemangku kepentingan, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah. (*)